SMJTimes.com – Sejumlah petinggi perusahaan teknologi global memperingatkan adanya otomatisasi pekerjaan dalam waktu dekat akibat makin kencangnya gelombang penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Dalam hal ini, mereka menilai semakin masifnya penggunaan AI tersebut nantinya dapat mengambil alih sebagian besar pekerjaan manusia, terutama dalam sektor perkantoran.
Melansir dari CNBC Indonesia, Chief Executive Officer (CEO) Microsoft AI, Mustafa Suleyman mengatakan bahwa sebagian besar pekerjaan kantoran (white collar) diprediksi akan terotomatisasi dalam kurun waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.
Menurut Suleyman, model AI kini disebut telah berada pada ambang kemampuan yang setara dengan manusia untuk menangani hampir seluruh tugas profesional.
“Pekerjaan white collar seperti pengacara, akuntan, manajer proyek, hingga marketing, sebagian besar tugasnya akan sepenuhnya diotomatisasi oleh AI dalam 12-18 bulan,” jelas Suleyman, dikutip Sabtu (21/02/2026).
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya kecemasan investor dan para pekerja terhadap perkembangan AI yang berdampak pada dunia kerja, hingga memicu aksi jual di pasar saham teknologi.
Kondisi tersebut terjadi setelah peluncuran agen AI terbaru dari Anthropic yang dinilai mampu mengerjakan tugas profesional kompleks.
Selain Suleyman, CEO Anthropic, Dario Amodei mengatakan terkait dengan potensi AI yang dapat menghapus hingga sebesar 50% pekerjaan entry-level white collar. Kemudian, CEO OpenAI, Sam Altman juga menyatakan bahwa AI dapat menghancurkan kategori pekerjaan tertentu. (*)











Komentar