SMJTimes.com – Pada umumnya, penetapan nominal harga rumah second atau bekas dipengaruhi oleh tingkat kelayakan dan lokasi, seperti berada dalam kondisi baik atau ditemukan sejumlah kerusakan, hingga titik strategis yang bebas dari banjir.
Namun menariknya, tercatat adanya salah satu rumah second yang justru dijadikan incaran oleh banyak pembeli di tengah kondisi mirisnya yang dipenuhi sampah, barang bekas, bahkan hingga kotoran hewan.
Melansir dari Detik, rumah yang sudah tidak layak berpenghuni dan berlokasi di 77 Nioka Street, sekitar pinggiran kota Brisbane, Brookfield, Queensland, Australia itu laku keras dan terjual hingga puluhan miliar rupiah.
Padahal, rumah dengan empat ruang tidur yang dibangun di atas lahan seluas 10.000 meter persegi ini tidak hanya kotor di bagian dalam saja, namun halaman rumahnya juga terlalu berantakan lantaran banyak sisa-sisa barang rusak yang sengaja dibuang di sana.
Selain itu karena tidak terurus selama bertahun-tahun, rumah tersebut terlihat lebih cocok dimiripkan dengan sebuah gubuk yang ada di tengah hutan daripada tempat tinggal akibat halamannya yang telah dipenuhi oleh pepohonan dan tumbuhan liar.
Sebuah pihak bernama Queensland Public Trustee membuka lelang rumah ini pada 10 Februari 2026. Ketika telah masuk dalam daftar lelang, total sebanyak 40 peserta yang mendaftarkan diri dengan sekitar 130 orang turut hadir dalam acara pelelangan yang berlangsung hanya 25 menit.
“Saat harga mencapai 1,2 juta dolar Amerika Serikat (AS), hanya tersisa dua dari penawar awal. Kemudian beberapa penawar langsung mengajukan angka penawaran sebesar 1,27 juta dolar AS,” ucap Kepala Juru Lelang, Paul Gaffney.
Kemudian, kemenangan dari acara lelang tersebut jatuh pada penawaran tertinggi di angka 1,28 juta dolar AS atau setara dengan Rp21,5 miliar.
“Ada satu penawaran tandingan sebesar 1,28 juta dolar AS dan itu menjadi miliknya,” ujarnya. (*)







Komentar