SMJTimes.com – Setelah memulai uji coba iklan di salah satu hasil karya terbaiknya ChatGPT, OpenAI diketahui tengah ditinggalkan oleh seorang peneliti penting. Dalam pesannya, dia memperingatkan bahwa OpenAI berpotensi mengulangi kesalahan Facebook terkait adanya iklan di ChatGPT.
Melansir dari Detik, seorang peneliti dengan posisinya sebagai pakar ekonomi selama dua tahun terakhir di OpenAI yang bernama Zoe Hitzig ini mengungkapkan kekhawatirannya terkait dengan arahan ChatGPT dalam sebuah kolom opini di The New York Times.
“Dulu saya percaya bahwa saya dapat membantu orang-orang yang mengembangkan AI (Artificial Intelligence) untuk mengantisipasi masalah yang akan ditimbulkan,” tulis Hitzig, dikutip Senin (16/02/2026).
“Minggu ini mengonfirmasi kesadaran saya yang perlahan terwujud bahwa OpenAI tampaknya telah berhenti mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ingin saya bantu jawab,” lanjutnya.
Dalam pendapatnya, Hitzig berargumen bahwa adanya risiko dalam iklan yang ada di platform AI ini dipengaruhi oleh sifat data pengguna yang telah diketahui oleh ChatGPT.
Contohnya, banyak pengguna yang melakukan obrolan dengan ChatGPT terkait dengan pembicaraan masalah kesehatan, percintaan, hingga agama karena yakin bahwa pihaknya tidak memiliki agenda tersembunyi.
Hal ini dihubungkan dengan sejarah awal Facebook yang dulunya juga menjanjikan pengguna tetap bisa mengendalikan datanya serta memberikan opsi untuk beropini terkait perubahan kebijakan yang signifikan. Janji seperti itu, menurut Hitzig, telah terkikis seiring berjalannya waktu.
Sebuah Federal Trade Commission menemukan perubahan privasi Facebook yang mulanya dirilis guna memudahkan pengguna untuk dapat mengendalikan datanya, kini justru berfungsi sebaliknya. Oleh sebab itu, Hitzig memperingatkan hal yang sama dapat terjadi pada OpenAI dan ChatGPT.
“Saya yakin interasi pertama iklan (di ChatGPT) akan mengikuti prinsip tersebut. Namun saya khawatir iterasi selanjutnya tidak akan demikian karena perusahaan sedang membangun mesin ekonomi yang menciptakan insentif kuat untuk mengabaikan aturannya sendiri,” jelasnya. (*)



Komentar