SMJTimes.com – Memasuki momen Tahun Baru Imlek, ketegangan antara Jepang maupun Cina semakin terasa. Hal ini terlihat dari sejumlah hotel di Jepang yang tercatat melakukan pembatalan massal terhadap kunjungan turis Tiongkok.
Salah satu hotel yang ada di pusat Osaka, Jepang mencatat penurunan tamu Tiongkok sebanyak 8% di bulan Januari. Dalam artian, hampir sebesar 30% menurun sepanjang akhir tahun 2025 sejak ketegangan bilateral terjadi di antara kedua negara tersebut.
“Harga kamar turun di seluruh hotel Osaka, menekan pendapatan,” jelas seorang perwakilan hotel, seperti dikutip dari Detik Travel, Senin (16/02/2026).
Kemudian, salah satu penginapan dengan lokasinya yang berada di dekat distrik komersial Dotonbori Osaka mencatatkan okupansi kamar hanya terisi 76% pada periode liburan Tahun Baru Imlek sampai pada 23 Februari 2026 mendatang.
Bahkan menurut data dari platform reservasi hotel Tripla, tingkat pembatalan untuk reservasi hotel yang dibuat dari Tiongkok pada periode yang sama di seluruh wilayah Jepang mencapai setinggi 53,6%.
Perlu diketahui, kondisi tersebut berasal dari sejak komentar Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi pada bulan November terkait potensi krisis Taiwan. Peristiwa tersebut menyebabkan Tiongkok berulang kali mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang.
Bahkan, penerbangan antara Jepang dan Tiongkok selama periode Tahun Baru Imlek juga mengalami penurunan sebesar 31% dari tahun 2025. Menurut perusahaan analisis penerbangan Inggris, Cirium, jumlah kursi yang tersedia telah menyusut hingga 26%. (*)




Komentar