SMJTimes.com – Dalam upaya jangka panjang Beijing membangun sistem energi yang lebih bersih, asosiasi industri listrik tertinggi menyebutkan untuk pertama kalinya di tahun ini kapasitas pembangkit listrik tenaga surya di Cina diperkirakan melampaui batu bara.
Melansir dari IDN Financials, Cina yang mengoperasikan salah satu sistem kelistrikan termurah di dunia berskala lebih dari dua kali lipat Amerika Serikat (AS), diperkirakan memperoleh sebanyak setengah dari total kapasitas pembangkit dari energi surya dan angin hingga akhir tahun.
Pada saat yang sama, porsi batu bara juga diprediksi mengalami penurunan hingga sekitar sepertiga dari total kapasitas, meski pembangunan pembangkit batu bara tercatat masih dilanjutkan.
Perkiraan yang disampaikan oleh Cina Electricity Council (CEC) ini menunjukkan kapasitas batu bara akan mencapai sebanyak 1.333 gigawatt di akhir 2026. Sementara, kapasitas surya akhir 2025 sejumlah 1.200 gigawatt dan tumbuh 270 gigawatt per tahun dalam tiga tahun terakhir.
Sementara sejalan dengan permintaan listriknya yang terus meningkat, penambahan kapasitas pembangkit dari seluruh sumber energi telah diproyeksikan melebihi 400 gigawatt pada 2026.
Diketahui, ekspansi ini dapat membantu Cina menghindar dari permasalahan yang hingga kini masih dialami oleh sejumlah wilayah AS maupun Eropa, yaitu pemadaman listrik skala luas seperti yang pernah terjadi sepanjang 2021-2022. (*)







Komentar