SMJTimes.com – Cina dilaporkan tengah merencanakan pembangunan sebuah sistem pertahanan udara dan antariksa terintegrasi yang dikenal dengan nama Nantianmen (Gerbang Surgawi).
Sistem tersebut berpusat pada sebuah kapal induk terbang Luanniao yang panjangnya mencapai 242 meter, rentang sayap 684 meter, dan dilaporkan memiliki berat hingga sebesar 120.000 ton saat lepas landas.
Jet tempur antariksa nirawak yang disebut dengan Xuannu dari geladaknya ini dari geladaknya digambarkan akan meluncurkan sebuah rudal hipersonik dan menyerang target, baik yang ada di atmosfer maupun orbit.
“Cina sudah lama menjadi nomor dua di luar angkasa, di belakang Amerika Serikat (AS), tapi jauh di depan Eropa,” jelas pakar keamanan antariksa Juliana Sub, dari German Institute for International and Security Affairs (SWP), dikutip dari Detik, Jumat (06/02/2026).
Terhitung dari segi beratnya, kapal indusk antariksa ini tercatat melampaui kapal induk terbesar yang ada saat ini hingga dalam kisaran mencapai 20%. Meski ukurannya lebih pendek, namun rentang sayapnya jauh lebih lebar daripada kapal induk maritim konvensional yang ada di laut.
Jika dihitung perbandingannya, kapal induk terbesar yang saat ini beroperasi, USS Gerald R. Ford, memiliki panjang ukuran sekitar 337 meter dan lebar 78 meter, serta berat 100.000 ton, termasuk bahan bakar, awak, dan peralatan.
Kapal induk tersebut tercatat sebagai model 3D fotorealistik yang dapat melayang di atas Bumi, melepaskan jet antariksa hingga menembakkan senjata di luar angkasa. (*)










Komentar