SMJTimes.com – Penggunaan utang Amerika Serikat (AS) kepada Uni Eropa (UE) diusulkan oleh ketua fraksi Renew Europe di Parlemen Eropa bernama Valerie Hayer, untuk dijadikan sebagai alat tekanan terkait dengan situasi yang sedang terjadi di Greenland.
Melansir dari SindoNews, Valerie menyebut jika Uni Eropa memiliki aset senilai 1.500 miliar dolar AS, yang dapat digunakan sebagai pengaruh besar atas pembiayaan kembali bagi AS sejumlah beberapa triliun dolar per tahunnya.
“Ini adalah alat yang sangat efektif yang belum kita gunakan sejauh ini, tetapi kita mungkin harus menggunakannya, dan kita tidak perlu takut akan hal itu,” jelas Valerie, dikutip Rabu (14/01/2026).
Selain itu, Valerie juga menambahkan terkait dengan keleluasaan Uni Eropa untuk mencabut akses AS ke pasarnya dengan sebanyak 450 juta konsumen.
“NATO (The North Atlantic Treaty Organization) akan berhenti eksis jika Trump menyerang Greenland,” tegasnya.
Perlu diketahui, ketegasan ini berasal dari keinginan Presiden AS, Donald Trump untuk mengalihkan hak milik Greenland sebagai bagian dari negaranya, berlandaskan pentingnya strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan dunia bebas, termasuk dari Cina dan Rusia.
Menanggapi hal tersebut, Otoritas Greenland maupun Denmark memperingatkan AS untuk tidak merebut pulau tersebut, dengan catatan harapan penghormatannya terhadap integritas teritorial bersama yang merupakan bagian dari koloni Denmark hingga tahun 1953.
Meski begitu, Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berisi tentang Greenland akan dijadikan sebagai negara bagian AS ini telah diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini meningkatkan dorongan kontroversial Donald Trump untuk membawanya di bawah kendali negara Amerika. (*)







Komentar