SMJTimes.com – Seorang remaja jenius asal Belgia berhasil mencetak terobosan akademis dengan mendobrak batasan usia dan disiplin ilmu. Pada usia 15 tahun, Laurent Simons tercatat secara resmi menuntaskan gelar PhD (Doktor) dalam bidang fisika kuantum dari Universitas Antwerp.
Menurut Simons, pencapaian ini merupakan fase awal dari pengalamannya yang jauh lebih radikal, yaitu menggabungkan antara fisika kuantum dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk merekayasa ulang biologi manusia melalui penciptaan manusia super (super-humans).
Melansir dari IDN Financials, perjalanan akademis Simons mengalami keunikannya tersendiri, melalui rekam jejak berupa penyelesaian Sekolah Menengah Atas pada usia 8 tahun dan meraih gelar Master Fisika pada usia 12 tahun.
Perjalanannya yang tidak berhenti yang pada laboratorium fisika ini menjadikan dirinya melakukan manuver lintas disiplin yang lebih ekstrem.
Dalam hal ini, Simons telah mendaftarkan diri pada program doktoral (PhD) keduanya di bidang ilmu kedokteran di Munich, Jerman, dengan fokus riset terbarunya yaitu berupa penerapan AI dalam diagnostik, penuaan, serta kedokteran regeneratif.
Melalui fokusnya itu, Simons memegang erat visinya untuk mengalahkan kematian, di mana hal tersebut menempatkannya pada pusaran tren global industri kesehatan masa depan yang bernilai hingga miliaran dolar.
“Setelah ini, saya akan mulai bekerja menuju tujuan saya: menciptakan manusia super,” jelas Simons secara eksplisit dalam wawancaranya dengan stasiun TV VTM, dikutip Senin (15/12/2025).
Ambisinya itu berakar pada sebuah pengalaman magangnya di Max Planck Institute for Quantum Optics, di mana kala itu dirinya mulai melihat paralel antara sistem kuantum dengan proses biologis.
Hal ini sejalan dengan momentum riset longevity yang kini digerakkan oleh raksasa teknologi dan modal ventura, seperti Altos Labs dan Calico Life Sciences, di mana fokusnya berakar pada pemrograman ulang seluler dan terapi anti-penuaan. (*)











Komentar