Fakta Menarik Burung Kuau: Dari Sebutan Penari Hutan hingga Simbol Budaya Dayak

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Seorang Direktur Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristianto mendeskripsikan seekor satwa langka dari kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) bernama kuau atau Argusianus argus, sebagai salah satu burung tercantik.

Hal ini didukung dari penyebutannya sebagai ‘penari hutan’ yang didapat, akibat dari perilakunya yang cukup unik. Seekor kuau Jantan akan membersihkan lantai hutan dan menari menggunakan ekor panjangnya untuk dikembangkan menyerupai merak, sebelum menarik perhatian betina.

“Kuau ini sangat bersih. Sebelum kawin, mereka bersihkan area tempat menarinya. Saat kamera trap dipasang, si kuau ini lagi show up dia menari untuk menarik perhatian betina,” kata Paulinus setelah burung kuau berhasil tertangkap kamera trap Forest Guardian, dikutip dari Detik.

Bahkan, kecantikan dari tarian burung kuau ini dianggap memiliki nilai budaya yang tinggi oleh masyarakat Dayak. Nilai tersebut didapat karena berhasil menjadi inspirasi untuk tarian tradisional Dayak yang menggambarkan keindahan, kekuatan magis, perlindungan dan harmoni alam.

Selain itu, bulu burung kuau juga banyak digunakan oleh masyarakat sebagai ornamen adat Dayak, seperti dalam upacara, pernikahan, hingga pakaian pembesar budaya sebagai tameng. Meski begitu, kelangkaan burung kuau bukan berasal dari konsumsi bulunya.

“Secara adat burung kuau terlindungi, bahkan bulunya yang diambil itu hanya yang copot saja. Tapi hilangnya (kuau) berubahnya ekosistem, hilangnya tutupan lahan itu sangat berpengaruh kepada burung kuau,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar konservasi burung kuau bisa mendapatkan perhatian yang serius, ukan hanya dari sisi ekologi tetapi juga nilai budayanya. Hilangnya burung kuau menandakan lenyapnya makna dari tarian dan ornament adat Dayak. (*)

Komentar