SMJTimes.com – Saat berbelanja, sering kali kita merasa bahagia bahkan dapat meredakan stres meski hanya bersifat sementara. Menurut studi, berbelanja ternyata memang memiliki efek terapeutuik, tapi jika dilakukan dengan sedang atau tidak berlebihan.
Menurut psikolog, Dokter Scott Bea, efek terapi tersebut berasal dari aktivitas mengunjungi toko selama beberapa waktu, maupun saat memindahkan barang ke keranjang belanja. Tidak hanya berbelanja yang dilakukan secara langsung, belanja online juga memberikan efek positif tersebut termasuk saat menelusuri situs online atau saat men-check out belanjaan.
Lantas, bagaimana aktivitas belanja bisa memperbaiki suasana hati yang buruk?
Dilansir dari Kompas, keputusan pembelian barang dapat meningkatkan rasa kendali terhadap lingkungan sekitar. Ini dapat menurunkan rasa sedih, karena mendapatkan sebuah barang akan terasa seperti pencapaian personal yang positif.
Selain itu, kecemasan bisa dialihkan sesaat dengan visualisasi yang memanjakan mata. Melihat barang-barang yang Anda inginkan dapat merangsang indra. Aroma barang baru, cahaya terang, etalase yang dipenuhi dengan barang-barang kesukaan akan menciptakan imajinasi. Stimulasi tersebut dapat mengalihkan kita dari perasaan negatif menjadi suatu hal yang positif, meski hanya sesaat.
Perasaan positif tersebut berasal dari pelepasan hormon dopamin saat melihat-lihat hal yang menyenangkan, termasuk etalase toko berisi barang yang disenangi. Pelepasan hormon tersebut dapat mendatangkan kebahagian.
Namun, pelepasan stres dengan belanja tetap perlu dikontrol. Tanpa adanya kontrol dan keputusan yang bijaksana, belanja secara berlebihan dapat menjadi suatu kecanduan. Menurut Bea, terapi belanja bisa menjadi permasalahan baru jika seseorang selalu melampiaskan kemarahan, kecemasan dan kesedihan dengan berbelanja. Ini akan membentuk perilaku kompulsif dalam berbelanja.
Pembelian kompulsif sering mengalami dorongan kuat untuk membeli barang karena perasaan tidak berharga dan kurangnya kekuatan. Oleh sebab itu, jika Anda mulai merasakan gejala pembelian kompulsif, maka segera hentikan kegiatan tersebut. (*)











Komentar