SMJTimes.com – Beberapa orang menginginkan untuk melakukan setiap pekerjaan sesempuna mungkin. Hasil yang sempurna menimbulkan perasaan puas dan bangga, apalagi jika pekerjaan tersebut dilakukan dengan usaha dan keinginan yang keras. Seseorang yang memiliki sikap perfeksionis sering kali melakukan pencarian tanpa akhir demi mencapai hasil sempurna yang diinginkan.
Perfeksionisme merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan cara hidup seseorang dalam menghadapi tugas dan tantangan dengan ekspektasi dan standar tinggi.
“Menjadi perfeksionis berarti memiliki ekspektasi dan standar yang sangat tinggi dan tepat. Ini bekerja dan berjuang untuk hal-hal menjadi benar, atau begitu saja,” ujar seorang Psikolog, Susan Albers.
Lebih lanjut, Albers menjelaskan bahwa sifat perfeksionis banyak dipengaruhi oleh otoritas orang-orang sekitar, seperti orang tua dan guru. Ekspektasi dan dorongan pihak lain membuat anda merasa tidak cukup, sehingga memacu diri tanpa henti untuk menghasilkan yang terbaik. Hal ini dapat menciptakan kedisiplinan dan ambisi, namun keinginan menggebu-gebu untuk mencapai kesempurnaan membuat anda bergantung pada setiap pencapaian.
Dilansir dari Claveland Clinic, berikut ciri anda memiliki sifat perfeksionis.
Memiliki standar tinggi
Standar menjadi kompas penuntun bagi anda. Untuk mencapai standar tersebut, mungkin anda akan berusaha lebih dari 100% dan menekan diri sendiri. Saat ada hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang direncanakan, mungkin anda merasa tidak nyaman dan cemas.
Memiliki struktur yang konstan
Tanda perfeksionisme lain adalah keinginan untuk memiliki pola dan struktur yang tetap atau tidak berubah. Seperti orang yang sangat peduli dengan kebersihan, mereka akan merapikan tempat tidur sampai mulus dan tidak ada satu lipatan sekalipun. Selain terorganisir, orang yang perfeksionis akan berusaha untuk mencapai standar dengan pola yang terstruktur tersebut.
Ambisius dengan tujuan
Standar tinggi mendorong orang-orang terus meningkatkan keterampilan mereka untuk memenuhi suatu tujuan. Ini merupakan wujud dari ambisi yang kuat dalam mencapai setiap tujuan yang ditetapkan. Dokter Albers menyebut mereka gigih dalam membuat segalanya menjadi lebih baik.
“Kelebihan perfeksionisme adalah sering membuat orang bekerja sangat keras, dan mereka sangat termotivasi.”
Selalu mengingat kesalahan
Seorang perfeksionis sering kali mengingat kesalahan kecil yang pernah dibuat. Sesekali, menyadari kesalahan diri sendiri bisa menjadi menjadi hal positif saat mereka berniat melakukan evaluasi dan perbaikan. Namun, hal ini bisa berdampak negatif jika kesalahan tersebut membuat stres.
Cenderung menunda-nunda
Mereka telalu terpaku pada hasil akhir. Mencemaskan sesuatu yang belum pasti sering membuat mereka mudah cemas dan menghindari tugas yang ada karena takut gagal. Dokter Albers mengatakan bahwa perilaku sering menunda merupakan efek domino dari rasa takut untuk memulai.
“Dengan tingkat perfeksionisme yang ekstrem, tugas dapat terasa sangat menakutkan dan menimbulkan banyak kecemasan atau stress. Dan kemudian, rasanya tidak dapat diatasi untuk menyelesaikan tugas ini,” jelasnya.









Komentar