Penelitian Mengungkap Kasus Bunuh Diri 4 Kali Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Bunuh diri merupakan pemikiran untuk mengakhiri hidup, yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan secara sengaja. International Association for Suicide Prevention (IASP) memperkirakan ada sebanyak 700 ribu orang meninggal dunia setiap tahunnya karena bunuh diri.

Dilansir dari CNN Indonesia, Indonesia sendiri berada di posisi 15 terbawah angka kasus di dunia menurut catatan World Bank. Sejak 2014, Indonesia memiliki angka sebesar 2,4 persen per 100 ribu penduduk. Data ini berasal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2019.

Kendati demikian, Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Indonesia (INASP) memprediksi angka bunuh diri sebenarnya lebih tinggi dari angka yang dilaporkan secara resmi. Sebuah studi yang dilakukan oleh Sandersan Onie, Presiden INASP pada tahun 2022 lalu menemukan bahwa insiden bunuh diri di Indonesia empat kali lebih besar dari data resmi yang terlaporkan.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Pediatrics bahkan menemukan bahwa anak-anak dan remaja yang mengalami perundungan di dunia maya hampir tiga kali lebih mungkin memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Pada tahun 2019, WHO telah mengatakan bahwa bunuh diri merupakan penyebab kematian terbesar keempat di kelompok usia remaja 15-29 tahun di seluruh dunia.

Angka bunuh diri pada usia anak dan remaja 5-14 tahun tercatat sebesar 0,6 persen per 100 ribu penduduk. Sementara pada kelompok usia 15-49 tahun, angka bunuh diri tercatat sebesar 11,2 persen per 100 ribu penduduk. Angka tersebut didapat berdasarkan data milik Institute for Health Metricts and Evaluation (IHME) dan Global Burden of Disease tahun 2019.

Data yang sama juga mencatat angka kasus pada kelompok anak-remaja di Indonesia. Pada kelompok usia 5-14 tahun, angka bunuh diri tercatat sebesar 0,2 persen per 100 ribu penduduk. Sementara pada kelompok usia 15-49 tahun, tercatat sebesar 3,7 persen per 100 ribu penduduk.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah mengingatkan akan pentingnya lingkungan keluarga dan sosial seseorang. Segera kenali perubahan perilaku seseorang yang mengalami gejala awal depresi. Hal ini diperlukan upaya pencegahan pemikiran untuk mengakhiri hidup.

Depresi pada fase awal ditandai dengan beberapa tanda. Misal, perilaku menarik diri dari pergaulan sosial, menjadi pendiam,mudah tersinggung, dan emosi yang tidak stabil.

Komentar