oleh

Proyek Mall Pelayanan di Rembang akan Rampung

Rembang, Mitrapost.com – Pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) milik Pemkab Rembang akhirnya benar-benar rampung. Pada Sabtu 27 Februari 2022 lalu, progres pengerjaan proyek APBD 2021 yang sempat menjadi polemik publik itu sudah 99 persen rampung.

Dimungkinkan pada minggu ini progres pembangunannya benar-benar sudah selesai seratus persen.

Dari penyelesaian proyek senilai Rp 3.674.947.570 itu, ternyata tersimpan cerita tersembunyi alias tidak banyak terungkap di publik.

Kelanjutan proyek yang seharusnya sudah harus selesai pada 19 Desember 2021 lalu itu, ternyata dikerjakan oleh pihak lain.

Informasi dari perwakilan pelaksana baru, Jupri Antono, masih ada sisa progres 34 persen yang belum diselesaikan.

Menurut Jupri, sisa progres tersebut baru mulai dikerjakan olehnya pada 26 Januari 2022.

Baca Juga :   Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Ditutup, Respons Penuhi Target

Ia mengerjakan setelah ada ambil alih oleh Pemkab Rembang atas proyek yang berada di utara Alun- alun Rembang itu.

“Kontraktor dulu tidak sanggup meneruskan, akhirnya dari Pemkab Rembang ambil alih, saya melanjutkan. Saya bukan rekanan yang menang kontrak. Pemkab tidak menginginkan putus kontrak, dan diambil alih,” jelas Jupri.

Ia menyebut, untuk melanjutkan sisa progres pengerjaan, pihaknya akan mendapatkan pembayaran sekira Rp 1,25 miliar.

Nilai tersebut sudah dipotong dengan denda keterlambatan yang terhitung setiap hari sejak batas kontrak selesai 19 Desember 2021 lalu.

Jupri tidak risau terkait dengan pembayaran meski bukan merupakan rekanan pemenang kontrak.

Jupri mengklaim, semua itu sudah ada kesepakatan termasuk pembayaran yang dikuasakan kepada dirinya.

Baca Juga :   Sejumlah Sekolah Siap Gelar PTM, Dindikpora Rembang Masih Urung Lakukan

Sekda Rembang, Fahrudin, saat dikonfirmasi mengakui ada semacam tangan tidak nampak dalam penyelesaian proyek MPP.

Namun, segala hal terkait MPP mulai administrasi dan hal-hal lain merupakan tanggung jawab rekanan lama.

“Penting saya berharap ini harus jadi. Tapi tanggung jawab rekanan lama. Rekanan baru, kalau iya, hanya back up anggaran. Saya mengatakan tangan tak nampak itu, memang betul,” ujar Fahrudin.

Fahrudin menyebutkan, proyek MPP merupakan perjanjian antara Bupati Rembang dengan Kementerian PAN dan RB.

Sejatinya, proyek tersebut akan diresmikan oleh kementerian itu pada April depan.

Namun, karena suatu hal Fahrudin memperkirakan peresmian proyek MPP baru akan dilakukan pada Juli atau Agustus 2022 mendatang. Sebab, pembangunan dengan APBD 2021 baru tahap pertama. (*)

Baca Juga :   Peresmian Pasar Budaya Selodiri di Situs Megalitik

Komentar

News Feed