oleh

Tempat Prostitusi di Pati akan Dijadikan Lahan Hijau

Pati, SMJTimes.com – Tempat prostitusi di Pati yang biasa disebut Lorong Indah (LI) di Kecamatan Margorejo akan diubah menjadi lahan hijau atau lahan pertanian, pada Februari mendatang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Ali Badrudin mengungkapkan pengembalian lokasi LI menjadi lahan hijau sudah sesuai dengan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kabupaten Pati terbaru.

“Kita pernah public hearing tokoh agama, masyaraatkat, dan pemuda, kita melakukan kajian. Kajiannya sudah selesai. sebelum menjadi raperda disahkan meminta persetujuan gubernur untuk di evaluasi,” kata Ali Badrudin saat diwawancara awan media di kantor DPRD kemarin, Jumat (29/1/2022).

Di sisi lain, Ali mengaku bahwa pihak Pemkab dan DPRD pernah mendapatkan aduan dari pemilik lahan di LI agar lahan yang dimaksud bisa digunakan untuk pemukiman atau usaha. Namun ia menegaskan bahwa penutupan LI sudah final

Baca Juga :   DPRD Pati Yakin RKPD 2021 Akomodir Kebutuhan Masyarakat

Tempat Prostitusi di Pati akan Dijadikan Lahan Hijau

“akan tetapi kita mengingat Pak Bupati ketika dipilih mempunyai janji-janji politik mewakili semua lapisan masyarakat, banyak ibu-ibu yang audiensi akibat dari resahnya LI. Meskipun kita juga didatangi pengusaha LI, yang diputuskan bupati bukan keinginan bupati sendiri, kita sudah minta pendapat FKUB, NU, Anshor, Muhamadiyah, kemudian MUI juga diundang kesepakan bahwa li ditutup,” imbuh Ali Badrudin.

Kembali pada waktu pembongkaran paksa bangunan LI, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pati Sugiyono belum bisa menjawab secara kapan jadwal pastinya, yang jelas akan dimulai pada bula Februari.

“Bulan Februari (bangunan di LI) akan dibongkar. Bisa awal bulan, tengah atau akhir. Yang jelas akan dibongkar,” ujar Sugiyono.

Baca Juga :   Dewan Pati Pastikan Sektor Pertanian di Pati Aman Walau Dilanda Pandemi

Perlu diketahui pembongkaran paksa yang dimaksud merupakan langkah lanjutan setelah pihak Pemkab Pati menutup lokalisasi LI pada bulan Agustus 2021. Pada bulan Oktober hingga Desember, Pemkab Pati telah meminta pemilik untuk mengosongkan bangunan dan mengembalikan ke lahan pertanian. Namun karena pemilik lahan bersikap apatis, terpaksa Pemkab akan melakukan tindakan pembongkaran paksa. (*)

 

Komentar