oleh

Surat At Taubah 119 Tentang Kebenaran dan kebohongan

SMJTimes.com-  Setiap orang dengan akal yang baik mampu membedakan suatu kebenaran dengan kebohongan. Tentu, untuk menuju kebenaran tersebut diperlukan suatu kejujuran. Surat At Taubah ayat 119 adalah salah satu bentuk perintah Allah SWT kepada hambaNya untuk menuju kebenaran.

Adapun bacaan lengkap surat At Taubah ayat 119 beserta latin, arti, dan kandungannya adalah sebagai berikut;

Surat At Taubah Ayat 119, Arab, Latin, Beserta Artinya
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Bacaan latin: Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa kụnụ ma’aṣ-ṣādiqīn

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”

Dilansir dari Detik Edukasi, tafsir terhadap surat tersebut dari Al Quran Kementerian Agama.
Kalimat, ‘bertakwalah kepada Allah memiliki arti untuk mematuhi segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. Kemudian, kalimat ini dilanjutkan dengan, ‘bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar,’ disebut sebagai salah satu cara untuk mencapai ketakwaan.

Baca Juga :   Surat Yusuf, Kisah Nabi Yusuf

“Dan jangan bergabung kepada kaum munafik, yang selalu menutupi kemunafikan mereka dengan kata-kata dan perbuatan bohong ditambah pula dengan sumpah palsu dan alasan-alasan yang tidak benar,” tulis Kemenag dalam tafsir surat At Taubah ayat 119 tersebut.

Hal tersebut ditegaskan oleh Nabi Muhammad melalui Al-A’masy, dari Syaqiq, dan dari Abdullah atau Ibnu Mas’ud RA.

“Jujurlah kalian, karena sesungguhnya kejujuran itu membimbing ke arah kebajikan; dan sesungguhnya kebajikan itu membimbing ke arah surga. Dan seseorang yang terus-menerus melakukan kejujuran serta berpegang teguh kepada kejujuran pada akhirnya dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur (benar). Hati-hatilah kalian terhadap kebohongan, karena sesungguhnya bohong itu membimbing kepada kedurhakaan; dan sesungguhnya kedurhakaan itu membimbing ke arah neraka. Dan seseorang yang terus-menerus melakukan kebohongan serta bersikeras dalam kebohongannya, pada akhirnya dia akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pembohong (pendusta),” (HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :   Aplikasi PeduliLindungi untuk Urus Administrasi di Dua Kantor Dinas Pati

Dalam hal ini, diartikan bahwa segala bentuk kebohongan adalah hal yang dibenci Allah dan menuju pada siksa api neraka.
Meski demikian, ada berbohong yang diizinkan berdasarkan tafsir Kemenag. Kondisi ini dapat dilakukan jika untuk mendamaikan antara pihak yang bertengkar. Dapat juga digunakan untuk tipu muslihat dalam peperangan.

Dari Asma binti Yazid, Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Setiap kebohongan yang dilakukan oleh seseorang selalu dituliskan sebagai dosanya kecuali bagi seorang yang berbohong sebagai tipu muslihat dalam peperangan, atau kebohongan untuk mendamaikan dua orang yang bersengketa atau kebohongan yang dilakukan seseorang terhadap isterinya dengan maksud untuk menyenangkan hatinya,” (HR Ibnu Abi Syaibah dan Ahmad). (*)

Baca Juga :   Susu Sapi vs Susu Kedelai, Mana yang Lebih Sehat?

Artikel ini telah tayang di Detik Edukasi dengan judul  “Surat At Taubah Ayat 119 Menjelaskan Tentang Apa Ya?”

Komentar

News Feed