oleh

Permohonan Audiensi ke-3 Eks PKL Simpang Lima Belum Mendapat Balasan hingga Kini

Pati, SMJTimes.com – Surat permohonan warga yang tergabung dalam kelompok eks PKL Simpang Lima Pati tentang audiensi susulan kepada DPRD Kabupaten Pati belum mendapat respons. Padahal surat ini sudah dilayangkan sejak tanggal 2 Agustus 2020 lalu.

Diketahui bahwa Audiensi antara pihak PKL dan Dewan Pati sudah dilakukan 2 kali. Mereka meminta agar ada revisi Perda PKL dimasukan dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) dan meminta agar para PKL diperbolehkan untuk berjualan di alun-alun kembali.

Baca juga : Pendapatan PKL di Desa Karaban Menurun Hingga 50 Persen

“Surat sudah kita kirim tertanggal 2 Agustus 2020. Belum ada tanggapan. Kita mau minta jawaban dewan, karena audiensi terakhir tidak menghasilkan apa-apa,” kata Thukul, Ketua PKL Eks Simpang lima yang sekarang menempati area Pusat Kuliner Tempat Pelelangan Kayu (TPK).

Baca Juga :   Siap Suplai Bansos PPKM Darurat, Bulog Pati Sediakan 3 Ton Beras

Para pedagang juga masih mempertanyakan transparansi relokasi yang terjadi saat itu.

Baca juga : Pedagang di Pasar Hewan Kragan Mengaku Adanya Kenaikan Harga

“Kita mau tahu keadaan yang sesungguhnya. Waktu audensi pertama ketika disurvei pernah bilang (bahwa lokasi TPK) tidak layak, tapi kok langsung bilang layak. Kalau mau memperjuangkan yang diwakili ga usah ragu-ragu,” katanya.

Thukul merasa sejak direlokasi, diskusi antara Dewan, Pemkab dan pihak PKL sangat minim sehingga para pedagang bingung untuk mengemukakan pendapat kepada siapa.

Bila tidak diijinkan untuk menempati Simpang lima kembali, setidaknya Pemkab Pati memberikan solusi agar omset pedagang bisa meningkat. Pasalnya sejak direlokasi rata-rata omset pedagang menurun hingga 80 persen.

Baca Juga :   Vaksinasi Nakes Pati Capai 91 Persen

Baca juga : Sempat Tutup Selama 3 Bulan, Pedagang di Makam Sunan Muria Kembali Buka Tokonya

Beberapa pedagang malah diketahui tak mampu berdagang karena kehabisan modal.

Kepada Pemkab ia pernah mengusulkan untuk mengisi PKL TPK dengan wahana permainan, untuk menarik pengunjung dan wisatawan.

“Kalau pemerintah daerah ingin program sukses, saya pernah usulkan untuk mendatangkan mainan yang besar kaya flying fox, roler coster, kincir angin,” usul Thukul saat itu.(*)

Baca juga :

Baca Juga :   Hari Perempuan Internasional, Dewan: Masih Ada Diskriminasi

Reporter: Moh Anwar

 

Komentar

News Feed