oleh

Hilang 2 Minggu, Seorang Nenek Ditemukan Membusuk di Kebun Tebu

Pati, Smjtimes.com – Seorang warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, ditemukan meninggal di kebun tebu tak jauh dari tempat tinggalnya pada Selasa (14/7/2020) sekitar pukul 06.00 WIB.

Kepala Desa Pasucen, Wiwik Hadiyanto, mengungkapkan warganya yang bernama Siti Mukelal (80) sudah hilang sejak 18 hari yang lalu.

“Yang bersangkutan hilang 18 hari yang lalu. Dari pihak keluarga sudah mencari-cari ke sekitar tempat dengan spiritual juga lah ya. Namun, tidak menemukannya hingga ditemukan meninggal oleh penebang tebu pagi tadi,” ujarnya saat ditemui Mitrapost.com di Kantor Kecamatan Trangkil, Selasa (14/7/2020).

Kapolsek Wedarijaksa, Teguh Hari R, menambahkan dari keterangan yang dihimpun pihaknya, korban mengalami kepikunan dan pergi dari rumah saat rumahnya sedang dibersihkan oleh kerabatnya.

Baca juga: Penemuan Mayat Perempuan di Areal Stadion ZAP, Polisi Masih Mendalami Kasus

Korban, kata Teguh, ditemukan Halim (50) dan Suyadi (40) dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan tidak dikenali lagi wajahnya.

“Selasa tanggal 14 Juli 2020 sekira pukul 06.00 WIB saksi 1 (Halil) berangkat dari rumah menuju lahan tebu milik Turhadi untuk menebang tebu. Setelah menebang tebu 1 jam, saksi 1 mencium bau busuk di sekitar lokasi lahan tebu. Kemudian setelah di cari asal bau tersebut kemudian ditemukan mayat perempuan yang sudah membusuk,” ujar Teguh

Lalu, lanjut Teguh, Halil memberitahu rekannya Suyadi untuk bersama-sama mengecek dan dilaporkan ke pihak kepolisian dan warga setempat. Setelah melihat ciri-ciri dari baju maupun gigi korban, keluarga yakin bahwa korban adalah Situ Mukelal.

“Berdasarkan keterangan dari tim medis bahwa korban meninggal dikarenakan pingsan dan tidak ada yang mengetahuinya,” tuturnya.

Pihaknya menduga korban telah meninggal sekitar 15 hari yang lalu. “Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan,” tandasnya.

Korban telah dikebumikan di tempat pemakaman setempat pada pukul 09.00 WIB. (*)

Baca juga: Temuan Mayat di bawah Jembatan Palo Ombo, Margorejo Gegerkan Masyarakat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *