oleh

Tak Ketemu Bupati, Pegiat Seni Tinggalkan Ruang Audiensi

Pati, Smjtimes.com – Perwakilan seniman, tukang sound system dan pelaku bisnis pertunjukan memilih walk out atau keluar dalam audiensi dengan perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

Mereka tidak puas jawaban Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pati, Winarto, yang mewakili Pemkab. Para perwakilan dari berbagai sektor ekonomi kreatif bidang kesenian ini merasa sia-sia dengan audiensi.

“Kalau hanya perwakilan dan hari ini tidak ada keputusan, kami merasa audiensi ini sia-sia. Tak ada gunanya. Mari teman-teman kita keluar saja,” ujar salah satu perwakilan seniman saat audiensi di kompleks Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (9/7/2020) siang.

Sebelumnya, dalam audiensi ini, para perwakilan seniman, tukang sound maupun pelaku sektor ekonomi kreatif lainnya menyampaikan kegelisahan dan aspirasi. Mereka tidak puas dengan kebijakan Pemkab Pati yang belum mengizinkan sektor hiburan rakyat menggelar pertunjukan secara umum.

Baca juga: Lima Bulan Tak Manggung, Pegiat Seni Unjuk Rasa

Mereka memahami bahwa di masa pandemi ini tidak hanya pihaknya yang terpukul. Namun, ia meminta Pemkab untuk melonggarkan sedikit aturan perizinan pagelaran kesenianan di masa pandemi.

Terlebih saat ini banyak hiburan malam seperti karaoke maupun prostitusi masih buka dan seolah-olah dihiraukan Pemkab.

“Kita sebagai seniman karena kejadian ini (Covid-19) kita tidak bisa bekerja. Kenapa mereka yang menjual diri saja tidak dilarang tapi kami yang menjual karya malah dilarang,” imbuh perwakilan lainnya, Widya Ningsih yang mewakili kesenian ketoprak dan penyanyi.

Apabila nantinya diperbolehkan mereka siap dengan aturan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Kami siap menerapkan protokol kesehatan apabila nantinya diberi izin menggelar pentas,” lanjutnya.

Baca juga: Gropyokan, Dinpertan Kendalikan Populasi Hama Perusak Tanaman Padi

Menanggapi hal ini, Kadisdikbud, Winarto, mengatakan akan menyampaikan aspirasi ini kepada Bupati Kabupaten Pati, Haryanto. “Ini akan kami sampaikan ke Pak Bupati. Mohon sabar,” kata Winarto.

Ia mengaku sudah melakukan upaya agar sektor kesenian tidak terlalu merasakan dampak Covid-19. Di antaranya memberikan BLT dan mulai menggelar pentas secara virtual. “Kita sudah mulai melakukan pentas virtual, mohon para seniman untuk mendaftar,” tutur Winarto.

Namun, jawaban ini tidak memuaskan para perwakilan dan membuat mereka walk out dalam audiensi. Mereka meminta pentas kesenian dibuka kembali dengan protokol kesehatan.

Saat ini masa dan perwakilan kesenian masih bertahan di depan Pendopo Kabupaten Pati. Mereka menunggu kehadiran Bupati Kabupaten Pati Haryanto. (*)

Baca juga: Kemenkes Bandrol Rp 150 Ribu untuk Rapid Test, Dinkes Masih Rp 260 Ribu 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *