Tidak Rumahkan Karyawan, Pihak Hotel Pilih Pemangkasan Jam Kerja 

Bagikan ke :

Pati, Smjtimes.com – Pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) berdampak di berbagai sektor ekonomi salah satunya perhotelan dan pariwisata. Karena mobilitas masyarakat berkurang serta penutupan tempat pariwisata, hotel-total di Kabupaten Pati mengalami penurunan pendapatan. Salah satunya Hotel New Merdeka Pati.

Sales Manager Hotel New Merdeka, Khairul Yaqin, mengatakan pihaknya mengalami penurunan pendapatan dari bulan Maret lalu.

“Hampir semua hotel di Pati, termasuk kami, mengalami penurunan pengunjung di masa pandemi Covid-19,” ujar Khairul Yaqin saat ditemui Mitrapost.com, Senin (15/6/2020).

Baca juga: Tumbuhkan Rasa Aman, Sektor Perhotelan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Demi mempertahankan perusahaan, hotel yang mempunyai 54 karyawan ini memberlakukan kebijakan pemangkasan jam kerja karyawan. Semula karyawan bekerja satu bulan dipangkas menjadi setengah bulan atau 15 hari.

“Kita sudah mengurangi jam kerja dari masuk satu bulan menjadi 15 hari. Supaya teman-teman (karyawan) yang lain tidak dirumahkan dan (kami) dapat menghidupi mereka supaya mereka mempunyai penghasilan,” lanjut Khairul Yaqin.

Hal ini juga mengakibatkan pendapatan karyawan mengalami pemangkasan separuh gaji daripada masa normal. Namun, langkah ini dinilainya lebih baik dari pada merumahkan karyawan.

“Meskipun ada pemotongan gaji juga, sampai setengah, karena kita dapat penghasilan itu kan dari tingkat hunian. Kalau tidak ada yang masuk itu kan kita tidak bisa menggaji mereka. Otomatis pegawai-pegawai hotel berisiko merumahkan karyawannya. Cuma, karena kami tidak merumahkan dan hanya mengurangi jam kerja,” tandasnya. (*)

Baca juga: Jelang New Normal, Kemenag Bolehkan Nikah di Luar KUA

Komentar