SMJTimes.com – Sebuah drama Korea (drakor) terbaru yang hingga saat ini masih berstatus on going, Doctor X: Mafia in White, dilaporkan tengah tersandung masalah yang cukup serius, di tengah meningkatnya rating penonton hingga 19,5 persen untuk episode terbarunya pada 24 Oktober 2026.
Melansir dari CNN Indonesia, drakor Doctor X: Mafia in White yang merupakan hasil dari adaptasi serial Jepang itu saat ini tengah dihadapkan pada petisi yang dilayangkan ke situs web Majelis Nasional Korea Selatan.
Dalam hal ini, petisi tersebut dikeluarkan, buntut dari adanya penggambaran Tragedi Gwangju 1980 pada salah satu scene-nya yang dinilai terlalu sembrono dan kontroversial. Oleh sebab itu, petisi tersebut berisi tentang tuntutan agar drakor tersebut turun layar atau berhenti tayang.
Mulanya, kontroversi yang muncul dalam drakor yang dibintangi oleh aktris cantik Kim Ji-won itu bermula dari penayangan episode keenam pada akhir pekal lalu.
Pada momen tersebut, Kim Ji-won yang bermain peran sebagai karakter utama diceritakan tengah berusaha mengeluarkan sebutir peluru yang bersarang di otak seorang pasien selama 46 tahun.
Sementara itu, peluru tersebut bersarang di otak akibat dari luka tembak ketika terjadinya sebuah penindasan brutal terhadap demonstrasi pro-demokrasi di Gwangju pada bulan Mei 1980 silam.
Dalam sejarahnya, Pemberontakan Demokratis Gwangju merupakan sebuah pergerakan masif yang ditujukan untuk melawan rezim militer Chun Doo-hwan, yang berakhir tragis ketika pasukan dan tank militer membombardir wilayah pada 27 Mei 1980 untuk melumat sisa-sisa perlawanan warga.
Menurut isi dari petisi tersebut, produksi drakor Doctor X: Mafia in White yang merupakan sebuah drama fiksi medis harusnya tidak memasukkan tragedi berdarah 18 Mei, lantaran tidak ada urusannya dengan politik. justru, hal tersebut diketahui membuat penonton merasa tidak nyaman. (*)











Komentar