SMJTimes.com – Sebuah perusahaan infrastruktur telekomunikasi terkemuka di Indonesia, PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) tercatat berhasil menyusun target penggelaran kabel bawah laut yang akan menghubungan Indonesia bagian tengah.
Kini, operator pembangunan, pengelolaan, dan pemeliharaan jaringan kabel serat optik bawah laut itu baru saja menjalankan sebuah Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 rute Jakarta-Singapura.
Melansir dari Detik, Direktur Utama Triasmitra, Titus Dondi mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan dua proyek SKKL di 2026 itu secara parallel sejak tahun terkait. Selain itu, ia juga menyebut telah mengantongi rekomendasi satu dari regulator yang menggelar kabel bawah laut.
“Sehingga ketika penggelaran Rising 8 ini selesai April, tahun ini juga akan langsung melanjutkan penggelaran SKKL di wilayah Indonesia tengah,” jelas Titus dalam konferensi pers, dikutip Jumat (23/01/2026).
Dibandingkan dengan SKKL Rising 8, SKKL Indonesia Tengah memiliki rute kabel yang lebih panjang sejauh 8.723 kilometer. Meski begitu, adopsi teknologi kabel lautnya masih sama dengan yang sebelumnya, yaitu kabel repeater.
“Kami juga akan konsisten untuk membangun kapasitas yang terbesar di perairan Indonesia saat ini, yaitu per fiber pair-nya itu 24 Tbps dengan jumlah pair yang kami bangun adalah 16 fiber pair dan kita berharap RFS (ready for service) itu tahun 2027,” ucapnya.
Diketahui, SKKL Indonesia Tengah nantinya akan menyambungkan kabel laut dari sejumlah daerah, mulai Sanur (Bali), Kawinda Nae, Labuan Bajo, Makassar, Selayar, Bau Bau, Wakatobi, Kendari, Morowali, hingga Luwuk. (*)











Komentar