SMJTimes.com – Dalam perhitungan tinjauan ekonomi akhir tahun, pemerintah India mengklaim jika pihaknya telah berhasil melampaui negara Jepang sebagai ekonomi terbesar keempat di dunia. Bahkan, pihaknya juga berharap akan melampaui Jerman dalam tiga tahun ke depan.
Meski begitu, konfirmasi resmi dari klaim tersebut ternyata bergantung pada rilisan data pada tahun 2026, ketika angka produk domestik bruto (PDB) tahunan secara final telah dipublikasikan, yang dalam hal ini berada dalam nilai 4,18 triliun dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp69 ribu triliun.
“India termasuk di antara ekonomi utama yang tumbuh paling cepat di dunia dan berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan momentum ini,” berikut bunyi catatan pengarahan ekonomi dari pemerintah India, dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (05/01/2026).
Berdasar pada data Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), proyeksi untuk tahun 2026 menempatkan ekonomi India berada pada 4,51triliun dolar AS, yang telah dibandingkan dengan Jepang yang hanya sebesar 4,46 triliun dolar AS.
Sikap optimis dari penilaian ini tetap muncul, meski sedang terdapat kekhawatiran ekonomi yang terjadi, setelah pada bulan Agustus lalu Washington mengenakan tarif besar kepada ibu kota New Delhi atas pembelian minyak Rusia.
Hal ini dikarenakan menurut India, pertumbuhan yang berkelanjutan berhasil mencerminkan ketahanan di tengah ketidakpastian perdagangan global secara terus menerus.
Di sisi lain, India dari segi populasi memperlihatkan prospek yang kurang menggembirakan, di mana telah melampaui negara tetangga, China, sebagai wilayah terpadat di dunia pada tahun 2023.
Berdasar pada angka pemerintah, lebih dari seperempat dari sebanyak 1,4 miliar penduduk India merupakan masyarakat yang berusia rentang antara 10-26 tahun. Hal tersebut membuatnya berjuang lebih keras untuk menciptakan lapangan kerja bergaji tinggi bagi jutaan lulusan muda. (*)











Komentar