SMJTimes.com – Meskipun film terbarunya aktor kondang Lee Min Ho, The Assassin(s) memicu sejumlah kontroversi, namun hal tersebut ternyata membuat warga Korea Selatan menjadikannya sebuah sebuah pilihan tontonan sepanjang akhir pekan.
Hal tersebut terlihat dari prestasi film The Assassin(s) yang berhasil mendominasi box office Korea Selatan, di tengah pusaran kritiknya dari sejumlah pihak.
Bahkan menurut data resmi dari Korean Film Council, per tanggal 3 Oktober 2026 film The Assassin(s) sudah disaksikan oleh sebanyak 2.045.499 penonton, terhitung 10 hari sejak masa penayangan perdananya.
Meskipun lompatannya melambat setelah muncul kontroversi, namun film The Assassin(s) disebut masih memimpin, dengan saingan terbesarnya adalah film berjudul TAZZA: The Song of Beelzebub. Hingga kini, film The Assassin(s) masih ditayangkan di sebanyak 1.070 layar di seluruh Korea Selatan.
Melansir dari Detik, film The Assassin(s) mengangkat latar waktu pada 15 Agustus 1974, ketika upacara Hari Pembebasan di Seoul, Korea Selatan, di mana seorang pria melepaskan tembakan ketiga saat Presiden Park Chung Hee tengah berpidato.
Beruntungnya sang Presiden Park Chung Hee dinyatakan selamat. Namun, Ibu Negara Yuk Young Soo beserta seorang gadis muda justru dinyatakan tewas karena tembakan tersebut. sementara itu, pelakunya adalah seorang warga Korea di Jepang bernama Mun Se Gwang yang langsung ditangkap.
Sebelumnya, kontroversi yang terjadi dalam film The Assassin(s) bermula ketika seorang Ketua partai oposisi, Jang Dong Hyeok, menyebut bahwa cerita di film ini dinilai absurd dan menyamakannya dengan propaganda Korea Utara.
Kemudian, seorang anggota People Power Party (Partai Kekuatan Rakyat), Joo Jin Woo, juga mencap film ini sebagai kejahatan yang melukai keluarga Ibu Negara, yang setelahnya pihaknya menuntut adanya permintaan maaf resmi dari tim produksi. (*)











Komentar