SMJTimes.com – Sejumlah negara Eropa disebut tengah melakukan pertimbangan terhadap langkah ekstrem berupa pemboikotan ajang olahraga sepak bola internasional Piala Dunia.
Dalam hal ini, satu langkah tersebut menjadi sebuah tanda bahwa industri sepak bola dunia saat ini tengah berada di ambang perpecahan terbesar sepanjang sejarah.
Melansir dari Detik Sport, ancaman pemboikotan tersebut didasarkan pada bentuk perlawanan keras terhadap rencana yang diusung oleh Presiden Fédération Internationale de Football Association (FIFA), Infantino Giofanni, terkait penjualan sebagian aset FIFA kepada investor swasta.
Pada rinciannya, sejumlah negara anggota yang tergabung dalam federasi sepak bola Eropa atau Union of European Football Associations (UEFA) disebut akan melakukan pertemuan darurat secara virtual pekan ini.
Rencana pertemuan darurat tersebut mengusung agenda utama berupa pembahasan penolakan massal terhadap upaya FIFA yang akan meluncurkan perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan melibatkan investor eksternal.
Upaya peluncuran perusahaan komersial tersebut mencatatkan nilai valuasi mencapai 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp361 triliun, dengan penjualan lebih dari 20% saham kepada investor swasta demi mengumpulkan dana segar sebesar 4,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp75 triliun.
Namun, Asosiasi Sepak Bola Inggris dan sejumlah negara lainnya justru tidak mengetahui adanya rencana strategis tersebut. Bahkan di dalam pertemuan resmi dengan asosiasi sepak bola di New York dalam rangka menyongsong final Piala Dunia lalu, pihak FIFA memilih bungkam. (*)




Komentar