PM Malaysia Ungkap Lembaga Pengelola Dana Pensiun Jadi Korban Penipuan Startup Asal Indonesia

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Sebuah lembaga pengelola dana pensiun milik Pemerintah Malaysia, Retirement Fund Inc (KWAP) bagi pegawai negeri, disebut menjadi korban penipuan terencana di tengah investasinya di sebuah startup agritech asal Indonesia, eFishery.

Dalam hal ini, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengatakan bahwa eFishery melakukan manipulasi laporan keuangan hingga menyebabkan KWAP dan sejumlah investor internasional lainnya menjadi korban.

Padahal, nilai investasi KWAP yang dilakukan di perusahaan tersebut mencapai hampir 200 juta Ringgit Malaysia atau sekitar Rp880 miliar.

“Keputusan tersebut melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, termasuk verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional,” jelas Anwar dalam jawaban tertulis di parlemen, dikutip dari CNBC Indonesia.

“Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas secara independen untuk memastikan seluruh informasi lengkap dan valid sebagai bahan pertimbangan investasi,” tambahnya, dilansir Sabtu (18/07/2026).

Selain KWAP, Anwar menyebutkan sejumlah investor institusi internasional beserta lembaga dana teknologi terkemuka lainnya yang juga melakukan penanaman modal di startup tersebut, di antaranya Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar.

“Namun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan sebelumnya, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery,” ujarnya. (*)

Komentar