SMJTimes.com – Kantor berita resmi Qatar, QNA, secara legal mengumumkan berita terkait dengan kabar meninggalnya mantan pemimpin (Emir) Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, pada Minggu (12/07/2026).
Meski demikian, Otoritas Qatar belum memberikan informasi secara resmi terkait dengan penyebab kematian Sheikh Hamad yang selama ini telah berhasil memimpin Qatar selama dua dekade, tepatnya 18 tahun.
Setelahnya, masa kekuasaan diserahkan secara resmi oleh sang anak, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, pada tahun 2013 silam. Selama dua dekade kepemimpinannya, Sheikh Hamad dikenal sebagai pemimpin yang membawa Qatar dengan kekuatannya yang diperhitungkan di Teluk Arab.
Hal itulah yang membuat Qatar menjadi salah satu negara yang secara resmi mendapatkan pengakuan dalam dinamika diplomasi internasional, lantaran Sheikh Hamad yang dikenal memiliki visi luas untuk membawa negaranya sebagai perantara diplomasi.
Melansir dari Kompastv, Qatar di bawah kepemimpinan Sheikh Hamad berhasil melakukan penjagaan hubungan dengan Iran, Hamas, dan sekelompok Ikhwanul Muslimin asal Mesir, di tengah eratnya eratnya ikatan dengan sejumlah negara Barat dan Teluk Arab.
Selain itu, negara Qatar di era kepemimpinan Sheikh Hamad juga dilaporkan pernah memberikan izin bagi Israel untuk melakukan pembukaan kantor dagang di Doha, meski setelahnya ditutup lantaran adanya serangan Israel terhadap Gaza di akhir tahun 2008.
Kemudian, Sheikh Hamad juga disebut menjadi kepala negara pertama yang berhasil melakukan kunjungan ke Jalur Gaza pada tahun 2012, sejak perebutan kendali Hamas di tahun 2007. Hal itu dilakukan di tengah penjalinan komunikasinya dengan Israel. (*)











Komentar