SMJTimes.com – Sejumlah pejabat Eropa mulai menyuarakan pentingnya melakukan penjagaan stabilitas energi dibandingkan dengan mempertahanan adanya tekanan politik. Desakan tersebut mulai terjadi di tengah kekhawatiran mereka terhadap krisis pasokan.
Dalam hal ini, Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, secara terbuka menilai bahwa Eropa memiliki risiko yang berwujud pada kebuntuan energi jika pihaknya tetap menutup akses atas pasokan dari Rusia.
“Mari kita kembali membeli gas dari seluruh dunia, termasuk Rusia, karena kita tidak sedang berperang dengan Rusia,” ucap Matteo Salvini di sebuah forum politik di Milan, dikutip dari Republika, Jumat (24/04/2026).
Salvini juga menegaskan bahwa kebijakan energi harus dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi riil yang ada di lapangan. Menurutnya, sejumlah langkah yang terlalu keras untuk Rusia justru menimbulkan kerugian bagi masyarakat Eropa sendiri.
Hal ini karena beberapa tahun terakhir, Eropa tengah mengupayakan pengurangan ketergantungan pada energi Rusia. Sementara itu, proses yang dijalankan ternyata tidak mudah dan membutuhkan waktu panjang.
Kemudian, kebutuhan energi di Eropa tercatat sangat besar dan terus mengalami peningkatan. Industri dan rumah tangga juga disebut sangat bergantung pada kestabilan pasokan energi. Sementara, sumber alternatif belum sepenuhnya mampu menggantikan pasokan dari Rusia.
Oleh karena itu, Salvini menyinggung keputusan Amerika Serikat (AS) yang tengah memberi kelonggaran terhadap sanksi energi Rusia. Jika AS saja bisa bersikap fleksibel, maka menurutnya Eropa juga dapat mempertimbangkan hal serupa. (*)




Komentar