Sebelumnya Dekati Matahari, Komet 41P Alami Perubahan Arah Rotasi

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Sebuah komet kecil di Tata Surya bernama Komet 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak, ditemukan oleh sejumlah astronom tengah mengalami perubahan arah rotasi, setelah sebelumnya mendekati matahari.

Analisis terbaru terhadap citra Teleskop Luar Angkasa Hubble dari tahun 2017 menunjukkan bahwa rotasi inti komet telah berubah secara signifikan selama periode lewat perihelion (titik terdekat dengan Matahari).

Di awal pengamatan, komet 41P diputar oleh dorongan dari gas yang keluar ketika menguapnya es di permukaan atau disebut dengan gaya outgassing, hingga menyebabkan tambah panjangnya periode rotasi dari yang semula 20 jam menjadi lebih dari 53 jam dalam beberapa bulan.

Kemudian data akhir 2017 menunjukkan fenomena aneh, terkait dengan rotasi komet yang tidak hanya melambat, tetapi juga berhenti secara sepenuhnya hingga kemudian berbalik arah untuk periode kisaran 14,4 jam, jauh lebih cepat ke arah berlawanan.

Astronom University of California Los Angeles (UCLA), David Jewitt menyebabkan bahwa perubahan ini menjadi sebuah efek dari gaya dorong tidak merata atas semburan gas yang keluar dari permukaan komet ketika mendekati Matahari.

“Perubahan rotasi yang teramati adalah konsekuensi alami dari torsi yang disebabkan oleh volatil yang keluar dari inti kecil ini,” jelas Jewitt, dikutip dari Detik, Senin (02/03/2026).

Meski begitu, komet 41P yang memiliki inti sangat kecil, yaitu hanya sekitar 500 meter ini diperkirakan akan kembali mendekati Matahari pada 2028, mampu memberi peluang bagi observatoium untuk melakukan penelitian terkait fenomena rotasi tersebut. (*)

Komentar