Dokter Ortopedi Sebut 3 Tanda Merah yang Sering Ditemukan di Mie Instan

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Meski menjadi salah satu makanan favorit banyak orang, mie instan sering dikaitkan dengan masalah kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Bahkan, sejumlah ahli medis memberi peringatan terkait tingginya kandungan garam dan pengawet yang ada di setiap porsinya.

Melansir dari CNBC Indonesia, dokter ortopedi asal Mumbai, Manan Vora menyebutkan bahwa konsumsi mie instan secara berlebihan dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Jika dijadikan sebagai makanan harian, mie instan mampu merusak kesehatan dalam jangka panjang.

“Makan mie instan sekali-sekali tidak akan merusak kesehatan, tapi kalau mengandalkannya setiap hari, dampaknya akan terasa. Beralihlah ke makanan asli. Lindungi usus, energi, dan kesehatan jangka panjangmu,” jelas Vora, dikutip Senin (02/03/2026).

Untuk itu, Vora mengingatkan bahwa terdapat tiga ‘tanda merah’ yang secara umum ditemukan pada hampir semua jenis mie instan hingga menjadikan makanan tersebut berbahaya jika dikonsumsi terlalu berlebihan.

Salah satu di antara tiga ‘tanda merah’ tersebut meliputi Tertiary Butylhydroquinone (TBHQ) atau pengawat sintetis yang biasa digunakan untuk memperpanjang umur simpan produk olahan, namun memicu terjadinya stress oksidatif karena memberi beban tambahan kepada tubuh.

Tanda selanjutnya yang sering ditemukan adalah kemasan polystyrene atau sejenis plastik sintetis yang ada pada produk cup noodles. Biasanya, risiko pelepasan mikroplastiknya mampu meningkat jika terkena tuangan air panas.

“Begitu kamu menambahkan air panas, mikroplastik bisa keluar dan masuk ke tubuh. Ini meningkatkan peradangan dan mengiritasi usus seiring Waktu,” katanya.

Ketiga, adalah tingginya kandungan pewarna buatan, perisa sintetis, hingga Monosodium Glutamat (MSG) yang ketiganya memicu keinginan makan karena rasanya yang lebih gurih dan adiktif.

“Ini formulasi ultra-proses yang membuat rasanya lebih kuat, meningkatkan craving, dan dibuat untuk bertahan lama di rak,” ucapnya. (*)

Komentar