SMJTimes.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM RI) menjelaskan bahwa India akan terlibat dalam pengembangan mineral kritis di RI atas posisinya sebagai harta karun incaran dunia.
Melansir dari Detik Finance, hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung usai melakukan pertemuan dengan Secretary, Ministry of Steel, Government of India, Sandeep Poundrik, beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pembahasan terhadap rencana penyusunan nota kesepahaman (MoU) yang digunakan untuk payung kerja sama di antara kedua negara. Jika keduanya sepakat, maka selanjutnya akan ditandatangani ditingkat Menteri.
“Kita membahas banyak aspek. Ini kan salah satu yang mereka tanyakan adalah bagaimana untuk peningkatan kerja sama yang dituangkan di dalam bentuk perjanjian itu atau MoU kerja sama,” jelas Yuliot di Kantor Kementerian ESDM, dikutip Sabtu (28/02/2026).
Dalam hal ini, Yuliot mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan guna menguatkan ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang investasi berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat bagi ekonomi jangka panjang.
Di dalam MoU tersebut, Pemerintah India disebut akan memberikan dorongan terhadap sejumlah perusahaan, asal negaranya mau melakukan investasi di Indonesia, khususnya pada sektor industri logam.
“Jadi di situ kerja sama itu adalah dari India, mereka juga akan mendorong investasi perusahaan-perusahaan India untuk melakukan investasi di Indonesia, terutama di industri logam,” katanya. (*)









Komentar