Ilmuwan Antariksa Catat Adanya 6 Letupan Energi Besar dari Matahari Kurang dari 96 Jam

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Sebuah fase aktivitas ekstrem Matahari dicatatakan oleh sejumlah ilmuwan antariksa berada di permukaan bintang Bumi hingga memicu sebanyak enam letupan energi besar (solar flare) selama kurang dari 96 jam.

Fenomena tersebut menunjukkan adanya dinamika magnetik yang luar biasa kuat di Matahari. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas Matahari masih sangat intens, meskipun puncak siklusnya telah terlewati.

Melansir dari Detik, serangkaian letupan energi ini disebut berasal dari wilayah aktif Matahari yang dikenal dengan nama AR 14098. Wilayah aktif ini menghasilkan gelombang radiasi elektromagnetik kuat, termasuk adanya sinar-X dan ultraviolet.

Dalam catatan sejumlah ilmuwan, letupan pertamanya terjadi pada 1 Februari 2026 berkekuatan X8.1, salah satu kelas flare paling kuat dalam skala yang biasanya digunakan oleh para peneliti antariksa.

Peristiwa yang menangkap gambar citra ultraviolet ekstrem di setiap flare ini dapat tercatat, lantaran terekam secara resmi oleh sejumlah instrumen luar angkasa, termasuk Solar Dynamics Observatory milik National Aeronautics and Space Administration (NASA).

Setelahnya, sejumlah ilmuwan menggunakan data tersebut untuk dilakukan pembelajaran mengenai bagaimana medan magnet Matahari dapat mengalami perubahan secara dramatis, sebelum melepaskan energi dalam jumlah besar.

“Letupan energi seperti ini menunjukkan bagaimana medan magnet yang sangat kompleks di permukaan Matahari bisa tiba-tiba melepaskan sejumlah besar energi dalam bentuk radiasi,” jelas pelapor temuan ini sekaligus penulis artikel ilmiah, Arezki Amiri, dikutip Rabu (18/02/2026). (*)

Komentar