Jadi Pertanda Kelestarian Satwa, 24 Ekor Macan Tutul Jawa Terekam di Kawasan Bromo

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Pada Desember 2024 lalu, sebanyak 24 ekor macan tutul terekam camera trap yang dengan sengaja dipasang di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Hal ini dijadikan sebagai bukti terkait adanya pertanda penting atas kelestarian satwa tersebut.

Melansir dari Detik, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menjelaskan bahwa keberadaan macan tutul yang hidup di kawasan Bromo dengan nama lain Panthera pardus melas tersebut merupakan salah satu satwa endemik Pulau Jawa yang kini terancam punah.

ancaman ini bahkan terlihat dari klasifikasinya yang masuk dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN) berdasarkan jumlah populasinya yang diperkirakan hanya sekitar 324 individu.

Berdasar pada Status Hijau IUCN Spesies, macan tutul Jawa ini bahkan telah menempati posisi Kritis Depleted dengan skor pemulihan spesies hanya sebesar 20 persen. Hal ini menunjukkan krisis besar akan punahnya spesies endemik satu ini.

Terkait hal tersebut, macan tutul Jawa dibagi dua jenis, di antaranya adalah macan tutul terang dan gelap, yang dapat dilihat dari warna bulunya. Jika yang terang memiliki warna bulu kecoklatan dengan pola tutul hitam, maka jenis yang gelap berwarna hitam pekat lantaran kelainan genetik.

Meski jenis macan tutul Jawa gelap ini memiliki bulu yang terlihat hitam pekat, namun pola totolan khasnya dapat terlihat samar jika terkena oleh sejumlah cahaya tertentu. Dan satwa ini justru memiliki nama lain yaitu macan kumbang.

Di kawasan Bromo, macan tutul Jawa diketahui hidup di hutan pegunungan, lereng curam, hingga sejumlah area yang relatif jauh dari aktivitas manusia, lantaran satwa ini dikenal pemalu dan soliter yang memilih aktif pada malam hari.

Sebagai satwa endemik, macan tutul Jawa ini menjadi salah satu subspesies yang hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa dan sekitarnya seperti Nusakambangan Cilacap, Kangean Madura, dan Sempu Malang. (*)

Posting Terkait

Komentar