SMJTimes.com – Setelah berhasil mendominasikan ChatGPT di sektor teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), OpenAI dikabarkan tengah melakukan pengembangan terkait dengan platform media sosial baru. Kabarnya, platform ini disebut akan bebas dari akun bot.
Melansir dari Detik, laporan Forbes menyebutkan bahwa OpenAI tengah melakukan garapan terkait dengan media sosial khusus yang hanya mengizinkan adanya pengguna manusia, tanpa dapat menerima akun bot.
Dan untuk membuktikan pengguna secara autentik adalah seorang manusia, OpenAI akan meminta sebuah bukti identitas melalui cara pemindaian biometrik menggunakan Face ID atau World Orb.
Diketahui, World Orb merupakan sebuah alat seukuran melon yang dapat memindai bola mata tepat melalui iris mata manusia guna menghasilkan ID unik yang dapat diverifikasi. World Orb dioperasikan oleh sebuah perusahaan yang didirikan oleh CEO OpenAI, Sam Altman, bernama Tools for Humanity.
Meski platform media sosial lainnya seperti Instagram dan Facebook juga memverifikasi identitas, namun mereka biasanya hanya melalui verifikasi email maupun nomor telepon. Sementara, platform OpenAI ini melakukan verifikasi dengan menggunakan biometrik yang menjadi sorotan pegiat privasi.
Kini, platform media sosial OpenAI diketahui masih berada dalam tahap pengembangan awal, dengan tim yang beranggotakan kurang dari 10 orang. Pada kabarnya, platform ini dapat menggunakan AI untuk pembuatan konten gambar maupun video.
Penjalanan platform media sosial tanpa bot ini didasari oleh Sam Altman yang sejak dulu menyoroti sebuah aktivitas bot yang dinilai semakin merajalela di internet.
Sejak keaktifannya di platform Twitter/X pada tahun 2008, Altman pernah mengungkit sebuah teori konspirasi bernama dead internet theory, dengan klaim bahwa internet sudah mati dan konten di dalamnya dibuat bot AI.
“Saya tidak pernah menganggap serius dead internet theory, tapi tampaknya sekarang memang ada banyak akun Twitter yang dijalankan oleh LLM,” tulis Altman dalam cuitan di X yang diunggah pada September 2025. (*)











Komentar