SMJTimes.com – Seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik global, Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer bersama Presiden Cina, Xi Jinping, melakukan kesepakatan terkait dengan kemitraan strategis guna memperdalam ikatan kedua negara.
Melansir dari Detik Finance, kesepakatan kemitraan strategis tersebut terjalin setelah Keir Starmer tercatat sebagai PM Inggris pertama yang melakukan kunjungan ke Cina dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.
Di antara hasil dari kesepatan tersebut, seperti pemberian izin bagi warga negara Inggris yang akan melakukan perjalanan ke Cina dengan 30 hari bebas visa. Menurut Keir, hal tersebut juga mempermudah bisnis dari para pengusaha untuk berekspansi ke Cina.
“Sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia, berbagai bisnis telah lama mendambakan cara untuk memperluas jejak mereka di China,” kata Keir, dikutip Sabtu (31/01/2026).
“Kami akan mempermudah mereka untuk melakukan hal tersebut, termasuk melalui pelonggaran aturan visa untuk perjalanan jangka pendek, mendukung mereka untuk berekspansi ke luar negeri, sekaligus meningkatkan pertumbuhan dan lapangan kerja di dalam negeri,” tambahnya.
Kemudian, Kantor Perdana Menteri yang ada di Downing Street juga mengaku bahwa Inggris dan Cina telah sepakat menjajaki kemungkinan negosiasi terkait dengan perjanjian jasa. Kemungkinan ini penting bagi Inggris lantaran keduanya merupakan pelaku ekspor jasa terbesar kedua di dunia.
Dalam hal ini, pihaknya akan menetapkan aturan jelas dan mengikat secara hukum bagi sejumlah perusahaan Inggris yang berbisnis di Cina. Sementara, pengeksporan tersebut menyasar pada sektor keuangan, kesehatan, hingga jasa hukum, di tengah permintaan Cina yang terus meningkat.
“Salah satu alasan dilakukannya dialog adalah untuk memastikan bahwa kita dapat memanfaatkan peluang yang ada, yang telah kita lakukan, tetapi juga melakukan diskusi yang matang tentang isu-isu yang kita tidak sepakati,” ucapnya. (*)







Komentar