SMJTimes.com – Mulai 2 Februari 2026, peritel furniture IKEA merencanakan penutupan sejumlah tujuh gerainya yang ada di Cina. Hal ini menimbulkan salah satu gerainya diserbu oleh pembeli sehingga menyebabkan adanya kericuhan, lantaran gelaran cuci gudang jelang penutupan.
Melansir dari Detik Finance, sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kondisi salah satu gerai IKEA di Cina yang tampak diserbu oleh banyak pembeli. Bahkan, sejumlah pembeli terlihat saling melakukan adu mulut hingga tarik-menarik furnitur.
Ketika petugas mulai mengizinkan pembeli untuk memasuki gerai, mereka tampak berlarian, baik yang ada di luar gedung, di sekitar ruang pameran produk, bahkan hingga di antrian kasir. Meski begitu, video tersebut tidak cukup jelas memperlihatkan lokasi pasti di mana gerai IKEA tersebut.
Imbas kondisi tersebut, tidak sedikit masyarakat Republik Rakyat Tiongkok yang menanggapi sekaligus mengkritik perilaku para pembeli.
Rencana penutupan sebanyak tujuh gerai IKEA yang ada di Cina pada awal Februari nanti disebut akan memengaruhi sejumlah toko yang ada di pinggiran Kota Shanghai, Guangzhou, dan sejumlah kota tingkat kedua seperti Nantong, Xuzhou, dan Harbin.
Perlu diketahui, penutupan ini dilakukan seiring dengan perubahan strategi IKEA yang akan beralih dari mulanya ekspansi skala besar menjadi pertumbuhan yang terarah di sejumlah pasar utama seperti Beijing dan Shenzhen, sembari meningkatkan penjualan online-nya.
Tujuh jumlah tersebut ternyata hanyalah sebagian dari total keseluruhan yang mencapai 40 gerai yang ada di daratan Cina. Bahkan, IKEA baru-baru ini juga tengah membuka lima gerai baru dengan berbagai ukuran.
Tujuannya, IKEA akan membuka sebanyak lebih dari 10 toko lebih kecil di seluruh Cina dalam dua tahun ke depan, dengan gerai baru di Dongguan dan Beijing yang dijadwalkan akan mulai diresmikan pada paruh pertama tahun 2026. (*)







Komentar