SMJTimes.com – Guru Besar Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (IPB), Antonius Suwanto mengatakan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas dengan kekayaan alamnya yang melimpah.
Namun di luar yang dapat dilihat oleh manusia pada umumnya, Indonesia ternyata juga menyimpan keragaman mikroba yang luar biasa dan berpotensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, khususnya pada bioteknologi.
Melansir dari laman resmi IPB University, Antonius menegaskan bahwa mikroba termasuk ke dalam bagian penting dari kekayaan hayati Indonesia yang selama ini masih belum banyak dieksplorasi.
“Sekitar 95 persen dunia mikroorganisme itu masih menjadi misteri. Ini peluang besar bagi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Antonius, dikutip Jumat (30/01/2026).
Menurutnya, manusia baru mengenal mikroorganisme sejak ditemukannya mikroskop sekitar 300 tahun lalu oleh seorang ilmuwan bernama Antonie van Leeuwenhoek.
Hal ini dapat dijadikan sebagai tonggak revolusi ilmu pengetahuan karena memahamkan keberadaan makhluk hidup renik yang sebelumnya tidak terlihat.
“Dengan ditemukannya mikroorganisme, kemudian berkembanglah ilmu genetika hingga penemuan DNA (deoxyribonucleic acid),” jelasnya.
Lantaran Indonesia terkenal dengan keragaman geografis dan hayatinya yang sangat besar, maka potensi mikroorganisme dapat ditemukan hampir di semua habitat, mulai dari tanah pertanian, laut, pegunungan, hingga lingkungan ekstrem seperti mata air panas.
“Bakteri dan fungi itu sudah ada jauh sebelum manusia dan menghuni hampir semua tempat,” tambahnya.
Meski penelitian mikroorganisme di tercatat sudah mulai berkembang, Antonius menilai bahwa pemanfaatannya masih didominasi hanya dalam skala laboratorium. Oleh sebab itu, penelitian lanjutan hingga ke tingkat industri masih perlu untuk didorong.
“Sayang sekali kalau potensinya besar tetapi berhenti di laboratorium. Ini perlu strategi riset yang kuat,” ucapnya. (*)








Komentar