SMJTimes.com – Negara Republik Indonesia (RI) mulai berani menempatkan talenta terbaiknya di pusat pengambilan keputusan teknologi dunia di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Melansir dari Detik, salah satu talenta terbaik berasal dari seorang Product Manager di Google Amerika Serikat (AS) yang bernama Juan Anugraha Djuwadi. Diketahui, dirinya berperan strategis dalam pengarahan inovasi AI untuk tetap relevan dan dapat berdampak luas.
Juan yang juga merupakan seorang Master of Arts alumnus Design and Development of Digital Games, Game and Interactive Media Design di Columbia University ini menjelaskan pandangannya terkait AI melalui webinar bertajuk AI Streamline Your Business: Build Internal Apps with AI.
Dalam penjelasannya, kemajuan AI disebut tidak boleh terjebak dalam kompleksitas teknologi semata.
“Pengguna tidak peduli seberapa canggih teknologi di belakang layar. Mereka peduli apakah solusi itu berguna dan menyelesaikan masalah nyata,” tegas Juan, dikutip Senin (19/01/2026).
Prinsip itulah yang hingga kini digunakan sebagai fondasi utama untuk mengembangkan produk Google yang dinilai telah berhasil melayani sebanyak miliaran pengguna lintas budaya dan tingkat literasi digital.
Selain prinsip pembangunan Google yang kini berhasil dijadikan rujukan penting bagi pemerintah, dunia usaha, dan ekosistem digital di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik, Juan juga menekankan dua filosofi kunci relevan bagi pembuat kebijakan dan enterprise.
Less is more dan the details matter menjadi satu bentuk yang tidak diperbolehkan untuk diabaikan begitu saja. Pada skala masif, satu persen kegagalan yang diciptakan disebut bukanlah merupakan angka yang kecil.
“Ketika satu persen pengguna mengalami kesulitan, itu berarti jutaan orang. Di sinilah detail menjadi isu strategis, bukan sekadar teknis,” ucapnya.
Pandangan tersebut bahkan penting dipegang untuk pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang saat ini sedang membangun sistem digital berskala nasional, termasuk salah satunya adalah layanan publik berbasis AI. (*)











Komentar