Setelah Artikelnya Diketahui Mengandung AI, Profesor Terkemuka Hong Kong Ajukan Resign

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Seorang profesor dari Hong Kong University (HKU), Paul Yip Siu-fai ajukan resign atau pengunduran diri dari jabatannya setelah sebuah artikel ilmiah yang ditulis bersama mahasiswa doktoralnya, Bai Yiming, diketahui memuat referensi fiktif hasil bantuan artificial intelligence (AI).

Selain mundur dari jabatannya sebagai wakil dekan Fakultas Ilmu Sosial, Yip juga menarik diri dari berbagai komite riset, baik yang ada di tingkat fakultas maupun universitas. Kemudian, pihaknya juga menyampaikan permintaan maaf atas nama dirinya dan Bai Yiming.

Melansir dari Kompas, Springer Nature sebagai penerbit tempat artikel tersebut dimuat juga telah menyatakan catatan penarikan daringnya, dengan mengaku bahwa pihak editorialnya telah luput melakukan verifikasi keabsahan referensi yang dicantumkan dalam makalah.

Sementara, kasus ini mencuat setelah HKU yang menempati peringkat ke-11 dunia dalam QS World University Rankings 2026, melakukan penyelidikan resmi dari hasil temuan penelusuran terhadap makalah yang ditulis profesor bersama mahasiswa doktoralnya.

Diketahui dalam artikel ilmiah yang berjudul “Forty years of fertility transition in Hong Kong” dan dipublikasikan pada 17 Oktober di mana nama Yip tercantum sebagai penulis korespondensi, setidaknya sejumlah 20 dari 61 referensi diduga mengutip publikasi fiktif.

Menanggapi kasus tersebut, HKU mengatakan akan memberlakukan pelatihan dan asesmen wajib bagi seluruh peneliti, guna memastikan kepatuhan secara ketat terhadap aturan integritas akademik terkait dengan penggunaan teknologi AI.

“Seluruh peneliti di HKU diwajibkan memastikan karya mereka memenuhi tolok ukur yang diakui secara internasional untuk kualitas dan perilaku etis,” jelas pihak universitas.

Perlu diketahui, Yip sudah dikenal sebagai seorang akademisi terkemuka Hong Kong yang pernah memegang berbagai peranan penasihat serta kepemimpinan yang berpengaruh di lembaga pemerintah dan semi-pemerintah, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.

Bahkan saat ini, dirinya masih tercatat sebagai anggota Komite Penasihat Kesehatan Mental di bawah Biro Kesehatan. (*)

Komentar