SMJTimes.com – Guna memberantas korupsi endemik yang marak terjadi di Bulgaria, ribuan warga negara yang merupakan anggota dari Uni Eropa termiskin itu melakukan aksi unjuk rasa di Ibu Kota Sofia dan sejumlah kota lainnya.
Melansir dari CNBC Indonesia, aksi protes pemerintahan yang akan segera berakhir itu menuntut beberapa hal, di antaranya pemilihan umum yang adil serta reformasi peradilan.
Protes ini terjadi di tengah persiapan Bulgaria mengadopsi mata uang euro pada awal tahun mendatang, untuk menggantikan mata ulang lev. Hal ini dilakukan karena mata uang euro dinilai krusial bagi stabilitas ekonomu negara.
Mulanya, pemerintahan yang berkuasa sejak Januari itu diperkirakan akan mengawasi jalannya adopsi mata uang euro. Namun, seluruh rencana bubar karena adanya pengunduran diri Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov pekan lalu.
Sementara, pengunduran diri dilakukan lantaran demonstrasi selama berminggu-minggu yang mempersoalkan dugaan korupsi negara serta rencana anggaran baru dengan potensi kenaikan pajak.
Di lain sisi, Presiden Rumen Radev mengatasi permasalahan ini dengan melakukan konsultasi bersama jajaran partai politik terkait dengan pembentukan pemerintahan baru. Namun jika pihaknya mengajukan penolakan, Radev akan menunjuk pemerintahan sementara atau menggelar pemilihan umum sela.
Perlu diketahui, Bulgaria telah menggelar tujuh pemilihan nasional dalam kurun waktu empat tahun terakhir, karena kegagalan pemerintahan untuk mempertahankan mayoritas di parlemen yang terfragmentasi. (*)











Komentar