Kemenhub Bangun Tangga Tambahan untuk Mengurai Kepadatan Stasiun Manggarai

Bagikan ke :

SMJTimes.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menambah tangga di Stasiun Manggarai. Pembangunan tangga tersebut bertujuan untuk mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai. Tangga ini akan menjadi akses alternatif penumpang.

“Izinkan kami meohon maaf atas kendala yang dihadapi penumpang di stasiun Manggarai, Insyaallah segera kami sampaikan solusi untuk mengurai penumpukan yang sering terjadi,” ujar Risal Wasal selaku Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA), dikutip CNN Indonesia (24/2).

Ia menuturkan bahwa kepadatan di stasiun disebabkan adanya pembangunan yang masih dalam pengerjaan. Pihaknya pun memastikan, apabila pembangunan tersebut selesai, maka kepadatan akan terurai.

Kepadatan penumpang di stasiun memang menjadi keluhan di masyarakat akhir-akhir ini. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Rode Paulus menyebut hal itu terjadi hanya pada jam-jam tertentu saja. Jika dilihat secara langsung di lapangan, kepadatan tersebut tidak terjadi seperti yang diberitakan media sosial.

“Betul peron agak padat saat kereta datang, namun akan segera terurai, tidak stuck,” imbuh Rode.

Kehadiran tangga tambahan dari Kemenhub tersebut nantinya diharapkan dapat memecahkan masalah. Direktur Prasarana Perkeretaapian, Harno Trimadi pun menyampaikan, DJKA akan secara aktif meminta masukan kepada komunitas kereta api mengenai pembangunan di Stasiun Manggarai.

“Kami juga sudah melibatkan rekan-rekan penyandang disabilitas untuk bersama-sama mengevaluasi pembangunan Stasiun Manggarai sehingga dapat lebih inklusif dan nyaman digunakan oleh semua kalangan,” ungkap Harno.

Sementara itu, Rode Paulus juga meminta masyarakat agar tetap mendukung dan menjaga fasilitas di Stasiun Manggarai yang sedang dibangun. Dirinya juga mengingatkan kepada penumpang untuk berhati-hati saat kereta datang dan terjadi kepadatan.

“Kami mengajak rekan sekalian untuk saling mengingatkan dan berhati-hati, terutama saat melangkah keluar kereta agar tidak terjadi lagi penumpang terperosok ke dalam celah peron,” ujarnya.

Komentar