oleh

BPBD Pati Lakukan Pemetaan Wilayah Rawan Banjir

Pati, SMJTimes.com – Bencana banjir masih mengancam Kabupaten Pati pada musim hujan ini. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya.

Ia mengungkapkan, beberapa daerah di Kabupaten Pati memiliki risiko tinggi terkena bencana banjir. Daerah itu berada di Pati Selatan dan Pati Utara.

Daerah selatan merupakan daerah yang dilewati aliran Sungai Silugonggo atau Sungai Juwana. Mulai dari Kecamatan Sukolilo hingga Kecamatan Juwana.

“Banjir yang perlu diwaspadai seperti tahun-tahun kemarin, antara lain wilayah-wilayah yang dialiri Sungai Silugonggo. Jadi, mulai Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, lalu di Kecamatan  Kayen, Gabus, Pati Kota, Jakenan dan Juwana. Nanti banjir, karena tingginya permukaan air di Sungai Juwana,” tutur Martinus saat ditemui di area Pendopo Kabupaten Pati, Senin (1/11/2021).

Baca Juga :   Tahun Ini Anggaran Dana Desa Meningkat Capai Rp426 Miliar

Ia mengakui, sungai yang juga melintasi beberapa kabupaten ini telah dinormalisasi pada tahun 2021 ini. Namun, hal itu tidak membuat desa-desa yang berada dekat dengan sungai ini terbebas dari ancaman kebanjiran.

“Kalau normalisasi itu kan hanya disiapkan untuk beberapa ratus meter saja. Sungai itu kan banyak,” ucap dia.

Semantara itu, lanjutnya, daerah Pati Utara yang terancam kebanjiran meliputi Kecamatan Dukuhsekti, Kecamatan Tayu dan Kecamatan Margoyoso. “Itu banjir bandang. Itu peta-peta kita,” katanya.

Ia pun mengaku sudah menyiapkan perlengkapan untuk mengantisipasi banjir. Mulai dari perahu karet untuk mengevakuasi korban, hingga karung sak untuk menambal tanggul-tanggul yang jebol.

Perlu diketahui, pada awal tahun 2021 atau musim hujan lalu, sedikitnya 40 desa di Kabupaten Pati dilanda banjir selama beberapa pekan. Banjir ini lantaran meluapnya air di Sungai Silugonggo dan penyerapan air di Pati Utara kurang maksimal.

Baca Juga :   Nyalon Kepala Desa, Anggota BPD Harus Mundur dari Jabatan

Diharapkan warga tidak menebang hutan secara sembarangan agar ada penyerapan air sehingga tidak menimbulkan banjir bandang. (*)

 

Komentar

News Feed