Pada Peringatan Hari Tani, 350 Petani Milenial Dikukuhkan

Bagikan ke :

Pati, SMJTimes.com – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati melakukan regenerasi petani dengan mengukuhkan petani milenial yang bersamaan dengan Peringatan Hari Tani Nasional 2021.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dispertan Pati, Kun  Saptono menerangkan terdapat dua tantangan besar di dunia pertanian yang menyebabkan para pemuda enggan bertani.

Pertama terkait faktor teknis pertanian, kini para pemuda menganggap bertani adalah hal kuno dan pekerjaan yang membutuhkan tenaga berat. Kedua, harga jual komoditas pertanian dianggap masih berada di bawah produk sektor usaha lain.

“Program petani milenial dihadirkan untuk menjawab tantangan tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Kun, Jum’at (24/9/2021).

Para petani milenial binaan Dispertan Pati dibekali dengan pelatihan pengoperasian alat pertanian modern serta mengenalkan pangsa pasar pertanian yang lebih luas.

Menurut Kun cara terbaik memaknai Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada hari ini adalah bukan sekedar selebrasi atau seremonial. Melainkan mendukung program pemerintah memperbanyak jumlah petani milenial di Kabupaten Pati.

Kun menegaskan regenerasi petani di Kabupaten Pati tengah jadi prioritas.

“Hari Tani tanggal 24 September ini, bertemakan “Bertani itu Hebat” menjadi petani itu keren. Mari dukung regenerasi petani Indonesia jadi petani yang lebih maju dan modern,” ungkapnya.

Dwi Nugroho selaku Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian Dispertan Pati menyebut tahun ini pihaknya telah mengukuhkan 350 dari Duta Petani Andalan (DPA) dan Duta Petani Milenial (DPM). Mereka akan menjadi role model petani muda agar tertarik terjun ke dunia pertanian.

“Di Pati sudah dikukuhkan oleh Pak Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia (RI) secara virtual,” ujar Dwi.

“Terdata 350 DPA maupun DPM yang akan kami tindaklanjuti dengan pelatihan kewirausahaan. DPA dan DPM sudah dibentuk. Mereka terhubung dengan Jaringan Pertanian Nasional (JPN),” pungkasnya. (*)

Komentar