oleh

Petani Padi Memasuki Musim Tanam Kedua Minggu Ini

Pati, SMJTimes.com – Sejumlah petani di Kecamatan Gabus yang lahannya terkena banjir akibat luapan air sungai Silugonggo beberapa waktu yang lalu telah memulai musim tanam padi fase kedua (MT-1) mulai minggu ini. Hal ini diungkapkan oleh Eni Prasetyowati selaku Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Gabus.

Eni mengaku, untuk memulai MT-2 tahun ini cukup berat, mayoritas petani mengalami masalah di permodalan. Pasalnya, banyak petani yang gagal panen karena banjir besar menyebabkan padi menjadi puso dan tak dapat dijual. Atau meski bisa dipanen gabahnya dihargai dengan sangat murah karena menurunnya kualitas padi.

Mengantisipasi masalah permodalan tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Pati sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Pati dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar para petani di Gabus memperoleh alokasi bantuan bibit padi.

Baca Juga :   Warga Keluhkan Bau Menyengat, Diduga dari Pabrik Pengolah Ikan

Sehingga pada periode ini, Kecamatan Gabus mendapatkan alokasi ganti benih sebanyak 9.425 kilo untuk 777 hektar sawah di Kecamtan Gabus.

“Kalau bibit padi mulai minggu kemarin sudah disalurkan. Pak Haryanto sudah memberi simbolis di Desa Banjarsari kemarin. Untuk besok kita tambah di Banjarsari, Babalan, Mintobasuki. Akhir minggu ini ke Tanjang, Tlogoayu dan Karaban. Untuk Wuwur minggu depan” Urai Eni saat diwawancara, hari ini, Sabtu (27/3/2021).

Selain bantuan bibit, uang klaim dari program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) juga telah dicairkan sehingga bisa digunakan untuk mencover keperluan bayar buruh tandur.

“Selain benih, sebagian petani yang ikut asuransi itu juga sudah cair. Kemarin banyak juga petani yang ikut asuransi, bayarnya Rp36 ribu per hektare, klaimnya Rp6 juta. Lumayan yang dapat. Ke depan semoga petani yang ikut asuransi semakin banyak, tapi kita tidak bisa memaksa,” kata Eni.

Baca Juga :   Pengusaha Es Krim di Pati Raup Omzet Jutaan Rupiah Tiap Bulan

Kecamatan Gabus Kabupaten Pati diketahui memiliki potensi terkena bencana banjir skala tinggi dan sedang. Dispertan Pati hingga saat ini terus jalin komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang terkait perbaikan irigasi sawah dan normalisasi sungai Juwana, untuk meminimalisir dampak bencana banjir di Gabus dan sekitarnya.

 

Artikel ini telah tayang di Mitrapost.com dengan judul “Bangkit dari Banjir, Petani Gabus Memulai Musim Tanam Kedua”

Komentar

News Feed