oleh

Sektor Pertanian Bisa Minimalisir Lonjakan Pengangguran di Pati

Pati, SMJTimes.com – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso optimis jika sektor pertanian bisa menjadi penopang bagi penduduk yang kehilangan pekerjaan karena dampak pandemi Covid-19. Hal itu menyusul Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati mengonfirmasi serapan panen di berbagai sektor pertanian selama pandemi Covid-19 cenderung stabil dan malah mengalami lonjakan.

Data dari Dispertan Pati pada bulan Juli 2020 lalu, di mana seluruh sektor terpukul oleh pandemi, produksi gabah di Pati capaiannya malah meningkat dibandingkan tahun 2019. Apabila di sepanjang tahun 2019 produksi gabah mencapai 574.097 ton, di tahun 2020 bertambah menjadi 619.8187 ton. Kenaikan tersebut sangat signifikan untuk mencukupi kebutuhan pangan di Kabupaten Pati.

Baca Juga :   Angka Pengangguran di Pati Meningkat pada 2020, Capai 24 Ribu

Berkaca dari fakta inilah Anggota DPRD yang juga Politisi senior di Partai Keadilan Sejahtera itu menyarankan pemerintah agar menggenjot sektor pertanian, peternakan, dan perikanan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat dan mengurangi angka pengangguran. Hal itu tentu akan memberikan angin segar bagi masyarakat.

“Sektor pertanian perikanan di Pati atau secara nasional tidak terimbas pandemi Corona. Sektor ini bisa kira kembangkan,” kata Ketua Fraksi NKRI DPRD Kabupaten Pati belum lama ini.

“Perikanan darat, tangkap perlu dikembangkan. Peternakan dan pertanian harus di intensifikasi dan ekstentifikasi sehingga menyerap semakin banyak tenaga kerja,” lanjutnya.

Untuk menyerap tenaga kerja di sektor pertanian tentunya harus diadakan program pemberdayaan warga, baik berupa pelatihan maupun program padat karya agar memberikan kesempatan kerja bagi warga miskin yang menganggur dan tambahan penghasilan untuk petani miskin.

Baca Juga :   Pedagang Keluhkan Bantuan Covid-19 Kurang Tepat Sasaran

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Pati tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2020 tercatat ada 24.312 jiwa. Tingginya angka pengangguran ini tentunya mempengaruhi peningkatan angka kemiskinan di Pati tahun 2020.

Dengan mendorong sektor pertanian, Narso berharap dapat menekan angka kemiskinan dan menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi petani dan masyarakat yang belum bekerja.

Sementara itu, Rusminto salah satu warga Kecamatan Tambakromo mengungkapkan jika hasil panen dan pendampingan dari pemerintah sangat diperlukan dalam menggenjot hasil pertanian. “ Kita sebagai petani tentu butuh pendampingan agar lebih efektif dalam Bertani. Selain itu juga butuh bantuan bibit dan alat pertanian yang memadai,” ujarnya. (Adv)

Komentar

News Feed