SMJTimes.com – Pola musiman dalam industri bioskop kembali terjadi sepanjang Bulan Ramadan 1447 Hijriah. Dalam hal ini, fenomena okupansi kursi tercatat menurun dibandingan dengan bulan biasa, utamanya pada jam kisaran menjelang buka puasa maupun waktu ngabuburit.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), Suprayitno mengatakan bahwa fenomena ini bukanlah menjadi satu hal baru karena pasti terjadi setiap masuknya Bulan Ramadan.
“Sebenarnya seperti biasa ya, setiap bulan Ramadan okupansi pasti menurun. Itu sudah jadi pola tahunan,” jelas Suprayitno, dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (06/03/2026).
Penurunan ini bahkan tergolong sangat signifikan jika dibandingan dengan bulan regular setiap tahunnya. Suprayitno menyebut bahwa selisih yang terlihat bisa mencapai lebih dari 50 persen dari tingkat kunjungan normal.
“Bisa 50% lebih turunnya kalau dibanding bulan biasa,” ucapnya.
Di antara faktor yang memengaruhi adanya penurunan tersebut, meliputi fokusnya masyarakat yang lebih condong pada ibadah serta strategi dari sejumlah distributor film yang memilih menunda perilisan judul besar hingga setelah Ramadan, agar terhindar dari adanya risiko sepi penonton.
Oleh sebab itu, minimnya film unggulan dalam periode Ramadan ini turut menghasilkan kurangnya daya tarik bioskop pada siang hingga menjelang malam hari.
Meski begitu, jam tayang malam tetap menjadi primadona, baik di bulan Ramadan maupun pada periode regular. Dalam periode Ramadan, lonjakan penonton baru terlihat setelah waktu berbuka hingga selesai ibadah tarawih.
“Secara keseluruhan memang jam sore dan malam lebih ramai, mau Ramadan atau tidak. Karena kalau jam awal itu kan jam kerja dan sekolah,” ucapnya. (*)











Komentar