SMJTimes.com – Perusahaan media dan hiburan global terkemuka, Paramount Skydance berencana untuk menggabungkan layanan streamingnya, Paramount+, dengan HBO Max milik Warner Bros. Discovery (WBD), setelah merger dari keduanya dinyatakan selesai.
Melansir dari CNN Indonesia, Chief Executive Officer (CEO) Paramount, David Ellison mengatakan dalam panggilan investor yang membahas detail merger, bahwa pihaknya menginginkan HBO Max sebagai merek untuk beroperasi secara independen, meski akan dijadikan satu layanan streaming.
“Seperti yang telah kami katakan, kami memang berencana untuk menggabungkan kedua layanan tersebut, yang saat ini memberi kami sedikit lebih dari 200 juta pelanggan langsung ke konsumen,” jelas Ellison.
“Di Paramount, pada pertengahan tahun ini, kami akan menyelesaikan konsolidasi ketiga layanan kami di bawah satu platform terpadu, dan Anda dapat melihat kami mengambil pendekatan serupa untuk platform ini ke depannya,” tambahnya.
HBO Max yang saat ini dipimpin oleh Casey Bloys ditegaskan oleh Ellison terkait dengan keinginannya memberi perlakuan khusus yang bertujuan untuk melakukan pengembangan dan pemrograman kontan tanpa adanya pengawasan ketat dari sejumlah pimpinan Paramount.
“Sudut pandang kami adalah HBO harus tetap menjadi HBO. Mereka telah membangun merek yang fenomenal. Mereka adalah pemimpin di bidang ini, dan kami hanya ingin mereka terus melakukan lebih banyak hal,” ucapnya.
“Tetapi dengan menggabungkan platform-platform tersebut, semua konten kami akan dapat menjangkau audiens yang lebih luas daripada yang dapat kami lakukan secara terpisah,” imbuhnya, dikutip Kamis (05/03/2026).
Munculnya rencana ini terjadi setelah WBD menyepakati penjualan perusahaannya kepada Paramount dengan harga 31 dolar Amerika Serikat (AS) per saham dalam transaksi tunai yang bernilai total 110 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.700 triliun. (*)











Komentar