SMJTimes.com – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Fedra cs yang beranggotakan Bayu Fedra Abdullah (25), Muh Fani Akbar (25), dan Muhammad Alifa Ramdhan (23), mengaku dulunya berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Namun dengan membawa tekad yang kuat, Fedra yang berasal dari Surakarta, Fani dari Dompu Bima dan Ramdhan dari Tangerang Selatan, ketiganya bersatu dalam sebuah tim di usianya kala itu yang masih 16-17 tahun, untuk fokus berkompetisi di bidang teknologi.
“Waktu itu kita kan backgroundnya sama-sama bukan dari keluarga yang berada dan ya, ekonominya nggak baik gitu, lah. Kita tuh ibarat lomba itu udah kayak kerja. Jadi, kita dapat duit itu dari lomba. Waktu itu kan kalau kompetisi gitu ada biaya pendaftaran biasanya,” jelas Fedra, dikutip dari Detik.
Di dalam komunitas yang bernama Reversing.ID, kompetisi pertama yang diikuti oleh mereka adalah Slashroot CTF. Meski dengan perangkat yang seadanya, mereka berhasil meraih hadiah kemenangan sebesar kisaran Rp3-5 juta di tahun 2017.
Setelahnya, mereka terus melakukan evaluasi di bidang cyber security ini seperti dengan menyadari keahlian dan kekuatan yang berbeda dari masing-masing anggota.
Ramdhan dengan kemampuannya di bidang Binary Exploitation dan Reverse Engineering. Sementara Fedra maupun Fani dengan keahliannya dalam Web, Apps Hacking/Exploit, Kriptografi, Digital Forensic, dan Server Hardening.
Hingga kini, ketiganya sukses dengan solo karier yang dipilih namun tetap berkarya di negara yang sama, yaitu Singapura.
Setelah sebelumnya nama Fedra sempat viral lantaran sebutannya dengan hacker asal Solo yang berani memperkenalkan tools buatannya di ajang konferensi global BlackHat MEA dan BlackHat Europe, kini ia menjadi seorang Application Security Engineer.
Sementara, Ramdhan berhasil meraih predikat sebagai Low Level Security Researcher pertama di Indonesia. (*)











Komentar