SMJTimes.com – Setelah diterpa kontroversi distorsi sejarah di pekan sebelumnya, drama Korea (drakor) terbaru berjudul Doctor X mengalami penurunan rating hingga hampir empat persen pada penayangan episode 7 dan 8, Jumat-Sabtu (30-31/10/2026) kemarin.
Melansir dari CNN Indonesia, data dari Nielsen Korea menyebut bahwa episode 8 Doctor X hanya berhasil memperoleh rating 26,6 persen atau mengalami penurunan hingga 3,9 persen dari episode enam yang mengantongi 19,5 persen.
Dalam hal ini, fenomena penurunan rating tersebut terjadi setelah drama medis yang dibintangi oleh aktris cantik Kim Ji-won menghadapi sejumlah kritik dari beberapa pihak hingga berujung petisi penghentian penayangan dan peninjauan kembali proses produksi yang diajukan ke Majelis Nasional.
Sebelumnya, kontroversi tersebut bermula dari penggambaran sebuah adegan Pemberontakan Demokratis Gwangju Mei 1980 di episode keenam, di mana sang tokoh utama tengah mengupayakan pengeluaran peluru yang bersarang di otak seorang pasien selama 46 tahun.
Kondisi tersebut dialami oleh pasien lantaran tertembak ketika militer tengah melakukan penindakan keras terhadap demonstrasi di Gwangju pada Mei 1980, di mana hal itu merupakan gerakan pro-demokrasi yang menentang pemerintahan militer Chun Doo-hwan pada Mei 1980.
Selain itu, drakor Doctor X juga diketahui menuai kritik terkait dengan penggambaran prosedur medis yang dinilai tidak akurat, sehingga mengurangi aspek realisme dan mengganggu pengalaman penonton.
Salah satu adegan yang mendapat sorotan publik, adalah ketika seorang dokter bedah mengambil keputusan secara sepihak pada sebuah prosedur yang seharusnya melibatkan sejumlah spesialisasi medis.
Meski demikian, drama Doctor X diketahui tetap memiliki basis penonton internasional yang dinilai kuat, terlihat dari platform pemeringkatan resmi Netflix, Tudum, yang menyebut bahwa drama tersebut berhasil menempati posisi kedua dalam daftar tayangan TV non-bahasa Inggris secara global untuk minggu keempat Oktober, setelah sempat bertahan di posisi pertama selama dua minggu berturut-turut. (*)











Komentar