SMJTimes.com – Seorang pembuat film paling berpengaruh di abad ke-21, Sir Christopher Edward Nolan CBE atau yang akrab disapa Christopher Nolan, mengaku membutuhkan setidaknya tiga tahun untuk kembali bekerja setelah menyelesaikan karya terbarunya, The Odyssey.
Dalam hal ini, pernyataan tersebut didasarkan pada dirinya yang sudah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melakukan penggarapan film laga epik fantasi yang diadaptasi dari puisi mitologi Yunani Kuno karya Homer itu.
“Saya benar-benar mencapai batas stamina saya sendiri dan stamina semua orang, saya rasa,” ujar Christopher Nolan, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (21/07/2026).
“Maksud saya, ini The Odyssey, tentu saja seharusnya sulit. Kita tidak melakukan pekerjaan dengan benar membuat film The Odyssey jika tidak terasa sulit,” tambahnya.
Menurut Christopher Nolan, salah satu aspek menantang dari penggarapan film The Odyssey terletak pada proses perekamannya yang sepenuhnya menggunakan kamera IMAX. Untuk dapat menciptakan euphoria penonton, maka Nolan mengambil sikap dengan cara ‘bermain aman’.
“Jika Anda benar-benar tertarik pada film dan sejarah film, satu hal yang pasti Anda lihat adalah Anda harus mengambil risiko untuk berhasil. Risiko terbesar dari semuanya adalah bermain aman,” ucapnya.
“Itulah yang secara konsisten, tidak berhasil dalam film-film arus utama. Penonton mencari sesuatu yang baru,” lanjutnya.
Perlu diketahui, film The Odyssey mengangkat kisah tentang seorang pahlawan sekaligus Raja Ithaca bernama Odysseus (Matt Damon), yang berjuang menempuh perjalanan berbahaya selama 10 tahun demia kembali ke keluarganya di Yunani Kuno.
Seluruh perjuangan tersebut dilakukan dengan tujuan bersatu kembali bersama istrinya yang bernama Penelope (Anne Hathaway) dan sang anak, Telemachus (Tom Holland), pasca berakhirnya Perang Troya. (*)









Komentar