SMJTimes.com – Dalam acara peluncuran balon raksasa terkait promosi film animasi anak berjudul Pelangi di Mars, salah satu tim produksi mengungkapkan bahwa hasil karya sutradara Upie Guava yang mengusung genre sci-fidan ini telah menghabiskan waktu penggarapan selama lima tahun.
Pada kesempatan tersebut, Upie Guava menjelaskan alasan lamanya waktu penggarapan film itu lantaran banyak dihabiskan untuk riset serta pengembangan teknologi Computer-Generated Imagery (CGI) serta animasi melalui pembangunan sebuah studio, guna menunjang produksi.
“Kami bikin dulu pabriknya tiga tahun, kami melakukan banyak hal yang mungkin tidak semua orang mau melakukannya,” jelas Upie dalam acara promosi film Pelangi di Mars di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, dikutip dari Tempo, Selasa (24/02/2026).
Selain dari tim produksi, proses panjang tersebut juga ikut dirasakan oleh aktris Messi Gusti sebagai tokoh utama yang memulai awal perannya sejak duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD) hingga kini beranjak Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Ini salah satu kebanggaan juga untuk aku dengan proses syuting XR (Extended Reality), jadi kayak pengalaman baru buatku,” ucap Messi.
Sementara menurut produser Dendi Reynando, animasi Pelangi di Mars ini dihadirkan berdasarkan pada keresahannya terhadap opsi film anak di Indonesia yang masih tergolong minim.
“Pilihannya untuk anak-anak tidak selalu ada. Kalaupun ada biasanya dari Hollywood dan yang dari Indonesia mungkin jarang, dua sampai tiga bulan sekali,” kata Dendi.
Kemudian, Dendi juga menyoroti minimnya pengembangan lanjutan atas Intellectual Property (IP) film yang berasal dari Indonesia. Oleh sebab itu, ia berharap agar Pelangi di Mars mampu menghadirkan cerita yang dapat membentuk narasi untuk anak-anak dan generasi mendatang.
“Kita percaya bahwa cerita adalah instrumen pembentuk peradaban,” tuturnya.
Film Pelangi di Mars disebut akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada libur Lebaran, tepatnya mulai 18 Maret 2026. (*)











Komentar